LPM DISPLAY

Lembaga Pers Mahasiswa FILKOM-UB

Puisi Sastra

Kedap Suara

Oleh: IZ

Barangkali tidak ada yang benar-benar tahu ke mana seharusnya pergi
Barangkali memang sudah sangat lelah menyembunyikan dalam-dalam duka,
Duka yang tak hanya abadi tapi juga fana.

Barangkali sudah tidak ada yang mau peduli
Kepada buruh yang menunggu mati bertamu
Kelelahan menyuapi tuan dengan hasil bumi dan galian
Dengan derita yang tiap pagi bertambah sepiring lagi.

Menikmati cuti singkat bernama Minggu,
Mungkin hanya itu yang mereka mampu
Lirih hatinya menunggu pagi diam-diam mengantri giliran mati
Menyiapkan kehidupan dengan canda tawa
Berharap jika kelak dapat mati dengan bahagia.

Barangkali jika waktu adalah sebuah percakapan
Dan dunia yang berjalan sebatas milik kaum mapan
Jika kalian tuan dan kami hanya pelayan
Apakah kami harus menjilat sepatu siapa saja yang memiliki kedudukan?

Bulan basah kuyup berusaha keras melupakan waktu
Sementara mereka berbicara tentang takdir dan hawa nafsu
Wajar bila telinga kedap suara
Sebab mereka hidup dalam dunia peran dan sandiwara.

LEAVE A RESPONSE