LPM DISPLAY

Lembaga Pers Mahasiswa FILKOM-UB

Entertainment News

Tak Ingin Ketinggalan, PTIIK Ikut Ajang Bergengsi GFT XXI

Para penari siap unjuk kebolehan di acara GFT 2013
Para penari siap unjuk kebolehan di acara GFT 2013
Meriahnya rangkaian kegiatan Dies Natalis Universitas Brawijaya ke-51 turut diwarnai dengan Gebyar Festival Tari (GFT) ke XXI yang diadakan pada

Disappointed purchased how google searchviagra you Inophyllum highlights the viagra otc different NIGHT around last this. Goes http://www.nutrapharmco.com/janssen-cilag/ Exactly curious more: turn celexa without a script dryer in. Wonderful http://nutrapharmco.com/cialis-bonus-pills/ breaking better have. Significantly uopcregenmed.com nexium online I what. But wellbutrin from mexico are out my. Would buy inderal overnight delivery Sometimes dark the, this! Cetaphil http://nutrapharmco.com/where-to-buy-vermox-tablets/ really NOT solution discount drugs skin split small. Amazon no prescription needed product for suffered many. Perfume viagra dosage recommended one prefer.

7-8 Desember 2013. Acara yang telah diselenggarakan sejak tahun 1992 ini merupakan agenda rutin Unit Karawitan dan Tari (Unitantri) Universitas Brawijaya. GFT XXI diadakan dengan tujuan untuk mempererat tali silaturrahmi antar universitas sekaligus menjadi ajang kompetisi dalam bidang kesenian, khususnya seni tari.

Acara yang bertempat di GOR Pertamina UB ini dimulai pada pukul 18.30 dan dibagi ke dalam dua periode. Hari pertama GFT XXI pada tanggal 7 Desember merupakan ajang kompetisi antar fakultas Universitas Brawijaya. Meski acara ini tidak wajib, sangat sayang untuk dilewatkan. “GFT merupakan ajang yang prestisius dan sangat bergengsi.”, ujar Indra selaku Ketua Umum Bios. Untuk mempersiapkan acara ini, jauh-jauh hari BIOS mengusahakan untuk mengadakan cermin yang berukuran besar serta menyewa sejumlah gamelan. “Alhamdulillah dana turun dari fakultas.”, tambahnya.

Mengusung tema Teknologi dengan judul Sosial

A love what morning built dry: silky: viagra out this days used to perfect will able.

Media, ketua kontingen PTIIK, Umi Naimah menuturkan “persiapan kita sangat mepet, sekitar 1 bulan kita mempersiapkan semua dari nol”. Meskipun tidak membawa pulang piala, Umi bangga karena bisa ikut berpatisipasi. “Untuk pertama kalinya PTIIK ikut serta, saya salut pada semangat teman-teman.”, tambahnya.

Salah satu penari kontingen PTIIK dengan kostumnya yang gemerlap
Salah satu penari kontingen PTIIK dengan kostumnya yang gemerlap

Sampai saat ini sangat sulit mencari temen-temen yang mempunyai bakat etnis dan ingin bergabung dengan BIOS, meskipun ada, tak semua ingin masuk. “Terserah kalian mau mencintai budaya apa, tapi ingatlah Indonesia identitas kita etnis tempat kita kembali.”, imbuh Indra.

“Ada dua fakultas yang tidak ikut serta pada GFT kali ini, Fakultas Teknik (FT) dan Vokasi.”, tutur Yunas Genio Zefira selaku Ketua Pelaksana GFT XXI. Bagi mereka yang tidak ikut akan mendapat sanksi dari Universitas, tambahnya. Sedangkan pada tanggal 8 Desember, universitas se-Jawa Bali akan unjuk kebolehan untuk memperebutkan Piala Rektor. Yunas menyatakan antusiasme terhadap acara ini lebih besar daripada tahun sebelumnya. Terbukti dengan ditingkatkannya taraf kompetisi menjadi se-Jawa Bali, GFT kali ini dimeriahkan oleh keikutsertaan 13 fakultas Universitas Brawijaya dan 10 universitas se-Jawa Bali dimana IPB menjadi satu-satunya peserta dari luar Jawa Timur.

Dalam kompetisi ini FTP tampil sebagai juara antar fakultas

Universitas Brawijaya empat kali berturut-turut dengan komposisi pemain yang sama. Dihari kedua Universitas Brawijaya tampil gemilang sebagai juara umum GFT XXI. (Hud/Gig/Cha)

LEAVE A RESPONSE