Anda memiliki keinginan untuk membuka usaha tapi masih ragu untuk memulainya ? SETRIKA-lah jawabannya. SETRIKA yang merupakan singkatan dari Seminar Training Kewirausahaan adalah salah satu kelanjutan dari rangkaian acara INISIATIIK yang diadakan oleh BEM TIIK. INISIATIIK sendiri merupakan singkatan dari Inkubator Bisnis TIIK yang bertujuan untuk menampung keinginan mahasiswa FILKOM yang ingin maupun yang telah memiliki usaha.

Acara seminar yang diadakan di gedung A2.19 pada hari Sabtu (17/10) ini diawali dengan pemberian motivasi oleh Dr. Ir. Agus Tjahjono, MS, selaku Dirut Pertama INBISS UB. Beliau menuturkan bahwa orang Indonesia perlu mengubah mindset agar berjiwa entrepreneurship, bukan berjiwa pegawai. Dengan berjiwa entrepreneurship, seseorang dapat tumbuh menjadi orang yang lebih mandiri. Beliau juga mengambil contoh beberapa pengusaha seperti Anne Ahira, Husni Hasan, dan Elang Gumilang yang telah menapaki tangga kesuksesan di usia mudanya.

DSPL_9007

Materi selanjutnya disampaikan oleh Moh. Nassirudin yang mengawalinya dengan memberikan pertanyaan langsung kepada para peserta. Peserta seminar sempat dibuat terdiam dengan pertanyaan tersebut yang menanyakan alasan mereka datang dalam seminar tersebut.

“Orang yang punya jiwa wirausaha itu berani dan tidak mengenal malu,” ujar beliau. Mendengar hal itu, akhirnya mulai banyak peserta seminar yang sharing mengenai usaha yang tengah dijalankan mereka. Dalam materinya, beliau berpesan agar para wirausahawan  tidak takut untuk bangkrut. “Bangkrut korelasinya sama dengan jatuh. Disitulah ada evaluasi. Disitulah pentingnya analisa,” pesan owner dari Omah Kandang Adventure itu.

Acara selanjutnya adalah sesi Brain Storming yang disampaikan oleh Raveizal Ario dari Kalampoki Quayhouse. Sesi ini bertujuan untuk mengajarkan para peserta seminar untuk menemukan inovasi-inovasi baru jika ingin menjalankan suatu usaha. Selain inovasi, para peserta seminar juga diharapkan mencari banyak referensi, terlebih jika mengingat saat ini dimana referensi bisa didapatkan dari media apapun. Ario juga menambahkan untuk berani hipster atau berbeda dari yang lain. “Hipster. Beda dari yang lain. Be different or losing chance,” ucapnya.

Di sela-sela pergantian materi, panitia juga sempat memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mendapatkan voucher secara cuma-cuma dari beberapa sponsor acara tersebut.

Ketua Pelaksana SETRIKA, M. Hafidz Rahman, menuturkan bahwa kelanjutan dari acara ini sendiri adalah kunjungan ke café-café yang kemudian dilanjutkan dengan acara puncak berupa pameran kewirausahaan. “Puncaknya nanti ada pameran kewirausahaan. Pesertanya dari peserta INISIATIIK yang sudah memiliki usaha, ntar kita pamerin ke mahasiswa FILKOM,” jelasnya. Dirinya berharap adanya acara ini bisa membimbing mahasiswa FILKOM untuk berani memulai ataupun melanjutkan bisnis mereka.

(nf)