LPM DISPLAY

Lembaga Pers Mahasiswa FILKOM-UB

News

Menilik Lebih Jauh KKN FILKOM 2022

Pada tanggal 18 Juli 2022 yang lalu, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya berhasil memberangkatkan ratusan mahasiswanya ke berbagai pelosok daerah di Malang Raya. Pemberangkatan ini merupakan salah satu agenda dari kegiatan KKN-T 2022 yang akan berlangsung hingga 13 Agustus 2022 nanti. Sebagai pelaksanaan KKN kedua kalinya, Widhy Hayuhardhika, Ketua Pelaksana KKN 2022 mengatakan bahwa terdapat berbagai perbedaan signifikan dari pelaksanaan KKN tahun ini apabila dibandingkan dengan tahun lalu. “Dari metode pelaksanaannya sendiri sudah beda. Tahun lalu dilaksanakan secara daring sedangkan tahun ini sudah bisa secara full luring,” ungkap Widhy. Widhy juga menambahkan bahwa pada tahun ini terdapat kegiatan pemetaan pra-aktivitas serta pembekalan kepada para mahasiswa sebelum benar-benar mengabdi kepada masyarakat di desa masing-masing.

Perbedaan lain yang terjadi pada kegiatan KKN tahun ini adalah adanya kerja sama antara FILKOM dengan FEB. “Kerja sama ini diwujudkan dengan pembuatan UMKM di desa yang mana FEB berperan untuk mengurus bisnisnya sedangkan FILKOM mengembangkan teknologinya. Tetapi, walaupun disebut kerja sama, kepengurusan kelompoknya tetap masing-masing,” jelas Widhy. Selain menghasilkan output berupa UMKM, Widhy berharap KKN tahun ini juga dapat menghasilkan sesuatu yang berkelanjutan di desa tersebut sehingga apa yang sudah dibuat pada tahun ini masih bisa dilanjutkan di KKN tahun depan, misalnya Filkom Corner.

Widhy Hayuhardhika menambahkan, peserta KKN tahun ini lebih memanfaatkan media sosial dalam mengembangkan desa dengan membuat video, reels, dan juga story Instagram yang dapat bermanfaat untuk desa itu sendiri. Selain sebagai dokumentasi, konten ini juga diperlombakan. “Ini salah satu stimulus dari panitia dan fakultas untuk peserta KKN agar lebih aktif dalam mendokumentasikan kegiatannya, dibuat sayembara dengan beberapa kategori,” ujar Widhy. Hal ini menjadi keunikan tersendiri pada pelaksanaan KKN tahun ini.

Sementara ini, Widhy menjelaskan kendala yang ditemukan terkait pelaksanaan KKN yaitu dalam menarik partisipan. “Kendala utama, adik-adik KKN kesulitan dalam menarik partisipasi dari masyarakat atau perangkat desa. Namun, hal itu menjadi tantangan untuk adik- adik KKN bagaimana cara berkomunikasi dan menyampaikan value agar menarik bagi masyarakat,” ungkapnya pada Selasa (26/7/2022) sore. Selain itu, terdapat juga kendala dalam fasilitas pemondokan di desa. Standar fasilitas di desa yang tidak sama dengan daerah kota menjadi kendala tersendiri. Fasilitas dan biaya pemondokan dalam pelaksanaan KKN tergantung pada desa yang ditempati. “Panitia bertugas untuk memastikan pemondokan untuk KKN layak secara privasi terpisah antara pria dan wanita, serta dekat dengan pusat kegiatan. Untuk biaya sendiri menjadi tanggung jawab mahasiswa dengan pemilik rumah,” jelas Widhy. Widhy juga menekankan bahwa fakultas tidak mengatur nominal untuk biaya pemondokan, tetapi membuat batasan agar mahasiswa tidak mengeluarkan biaya lebih besar. (RZ)

LEAVE A RESPONSE