
Perwakilan dari masing – masing fakultas telah menyuguhkan penampilan secara maksimal. Para supporter pun juga tak kalah maksimal memberikan dukungan mereka pada The 18th Kharisma Brawijaya Jazz Festival. Acara Kharisma tahun ini sedikit berbeda dengan tahun kemarin. “Tahun ini untuk pemilihan lagunya berasal dari real book.”, Ujar mas Tian saat menjawab
pertanyaan pembawa acara.

Malam harinya yaitu acara puncak, penentuan juara dan the best player. Gitar terbaik diraih oleh Fakultas Ekonomi, Bass terbaik diraih Fakultas Ilmu Budaya, Drum terbaik diraih oleh Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Administrasi berhasil menyabet Keybord dan Vocal terbaik, sementara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik meraih instrumental pendukung terbaik.
Sebelum juara diumumkan, Koko harso, juri sekaligus guest star dalam festival kali ini menyumbangkan empat lagu andalan dengan lantunan jazz yang kental. Para penonton berhasil terhipnotis dengan alunan lagu jazz ala Koko Harso, terbukti dengan perhatian mereka yang tak melepaskan pandangan sedikitpun dari panggung. Kemudian acara dilanjutkan dengan pengumuman juara yang sudah dinanti – nanti. Juara ketiga direbut oleh Fakultas Teknologi Pertanian, juara kedua dengan skor 3355 direbut oleh Fakultas Teknik, dan juara umum disabet Fakultas Ilmu Administrasi dengan skor 3377. Sedangkan PTIIK sendiri berada pada urutan ke-6. Meski tidak berhasil menggondol juara, perwakilan PTIIK mengaku cukup bangga. “Bagi kami yang masih baru dan masih pertama kali terjun dalam musik jazz, urutan ke-6 sudah cukup membanggakan. Bisa mengalahan enam fakultas lain yang sudah pengalam di festival – festival jazz kharisma sebelumnya. Harapannya dengan hasil yang didapat tahun ini semoga bisa mendongkrak semangat dan prestasi untuk lebih baik di festival tahun berikutnya.”, terang Fauzi sang drummer.

(yrp)