LPM DISPLAY

Lembaga Pers Mahasiswa FILKOM-UB

News

Kemandirian Jadi Pondasi Basis Suporter FILKOM

Kehadiran suporter dalam kompetisi bukanlah hal baru. Tapi minim suporter, itulah fenomena nyata di FILKOM. Jika melihat sekitar, tiap fakultas di universitas Brawijaya, memiliki suporter yang bisa dikatakan setia menemani para kontingen didalam ataupun diluar kampus.

Melihat kenyataan yang ada, dan berlatar belakang ingin mendukung kontingen FILKOM yang berlaga serta menambah inventaris untuk suporter, KBMTIIK dengan perwakilan tiap jurusan dan perwakilan lembaga kemahasiswaan mengadakan forum pembentukan basis suporter. Masalah inventaris suporter, sampai saat ini FILKOM hanya memiliki 2 bendera kecil dan 1 giant flag. Padahal, di setiap dukungannya suporter seringkali menggunakan atribut kebanggaan, nyayian dan koreografi yang kompak serta acap kali ditunjukkan untuk mengobarkan semangat kontingen.

Menurut Nur Cahyo selaku calon Menteri Pemuda dan Olahraga BEM 2016, kesepakatan pembentukan basis suporter sudah ada pada Jumat, 1 April 2015. “Koordinasi sudah dilakukan sebelumnya dengan teman-teman KBMTIIK dan perwakilan lembaga yaitu BEM 2015 dan BIOS, dari forum kecil tersebut sepakat, untuk membentuk basis suporter yang tidak dinaungi lembaga apapun dan murni dibentuk oleh KBMTIIK. Serta menyelenggarakan forum pembentukan basis suporter yang diikuti perwakilan lembaga dan jurusan pada Jumat, 1 April 2015 bertempat di lapangan merah FILKOM,” ungkapnya.

Disamping itu, hasil dari forum tersebut melahirkan beberapa poin yang telah disepakati, diantaranya:

  1. Nama basis suporter, yaitu Fighter (FILKOM Group Suporter)
  2. Pembahasan kompetisi/event terdekat.
  3. Pengadaan inventaris.
  4. Agenda pembentukan CO.
  5. Dana iuran.
  6. Agenda persiapan supporter.

Poin – poin tersebut memang sudah disepakati oleh forum. Namun, karena banyak pihak yang belum sepakat masalah penamaan, khusus poin tersebut masih akan dirundingkan lagi.

Sebagai langkah awal dalam menambah inventaris, sebuah kotak diletakkan di depan pintu masuk gedung kemahasiswaan FILKOM yang siap menampung donasi dari mahasiswa. Hingga saat ini, dana yang telah terkumpul sebesar Rp. 310.000,00. Dari dana tersebut, akan digunakan untuk membeli bass drum dan sisanya akan digunakan untuk kepentingan kontigen.

”Dalam forum kecil sudah disepakati, kita tidak bergantung pada dana birokrat perihal suporter ini dikarenakan melihat dari kegiatan yang sudah-sudah, kita berusaha mandiri. Ketika pembentukan pun ada 2 opsi, yang pertama iuran lembaga, yang kedua membuat kotak amal untuk dana donasi. Namun yang dieksekusi terlebih dahulu adalah pengadaan kotak amal, nantinya jika dana donasi tidak memenuhi target maka opsi kedua melakukan iuran sukarela dari lembaga, ” tambah Nur Cahyo.

Meski hanya mengandalkan dana yang notabennya dana patungan dari KBMTIIK, dengan adanya basis supporter ini Nur Cahyo berharap dengan semua ini bisa menaikkan semangat kontingen FILKOM. “Kontingen dapat didukung dengan maksimal, sehingga kita tidak hanya hadir menonton saja. Dan hasilnya mental dan semangat dari kontingen FILKOM akan naik ketika berkompetisi,” pungkasnya. (ADK)

LEAVE A RESPONSE