Penutupan program bangkit 2022 yang diselenggarakan pada 6 September 2022 lalu telah meluluskan 2.517 mahasiswa dari 226 kampus se-Indonesia. Pada tahun ini, sejumlah 63.000 mahasiswa pendaftar mengikuti seleksi ketat dan sebanyak 483 tim mengikuti pembelajaran selama 900 jam dengan learning path di antaranya adalah Machine Learning, Mobile Development, dan Cloud Computing. Kemudian, 50 tim terbaik disaring untuk menjadi Top 15, di mana 15 tim tersebut masuk dalam kategori Top 15 Final Capstone Project yang mendapatkan pendanaan dari Google dan Kemendikbud Ristek sebesar $10.000 atau sebesar Rp.140.000.000. Dana tersebut guna mengembangkan aplikasi untuk menjadi sebuah startup yang berkolaborasi langsung dengan UMKM.

Pengumuman Top 15 Final Capstone Project disampaikan langsung oleh Nadiem Makarim dalam acara kelulusan Bangkit 2022 yang digelar secara luring di Jakarta (6/9/2022). 15 tim di antaranya terdapat 3 tim yang beranggotakan mahasiswa FILKOM UB. Tiga tim tersebut diantaranya Tim BahanbaKu, Tim HerAi, dan Tim Ambroise. 

Aplikasi BahanbaKu dikembangkan oleh tiga mahasiswa jurusan TI: Rigel Vibi Ramadhan, Irvan Rizki Nugraha, dan Rifqi Hilmi Zhafrant, beserta dengan dua mahasiswa perguruan tinggi lainnya. Aplikasi yang mengambil bidang perdagangan pada pengembangan start-up ini merupakan platform pembelian bahan baku makanan yang takarannya sesuai dengan resep. Dengan begitu, pengguna aplikasi dapat berhemat dengan tetap makan enak sekaligus meminimalisir limbah makanan rumah tangga.

Sementara, aplikasi yang sedang dikembangkan oleh tim HerAi yang beranggotakan Muhammad Naufal Habibie Dwihar (TIF 2018) bersama dengan 4 mahasiswa lainnya adalah aplikasi yang dapat membantu pengguna mengidentifikasi apakah barang mereka dapat didaur ulang atau tidak dengan mengambil gambar dan hasilnya akan muncul di aplikasi.

Kemudian, tim ketiga, Tim Ambroise yang beranggotakan tiga mahasiswa jurusan TIF: Safir Rahmahuda Machsun, Andika Irza Pradana, dan Annas Agung Cahyo Murti, beserta dengan dua mahasiswa perguruan tinggi lainnya berhasil mengembangkan aplikasi virtual Hairstyle and Smart Barbershop, di mana aplikasi ini nantinya akan dapat memberikan visualisasi gaya dan jenis potongan rambut sebelum benar-benar dicukur. Aplikasi yang menargetkan masyarakat khususnya kaum laki-laki ini dirancang dengan teknologi Augmented Reality agar pengguna mendapatkan pengalaman yang menyenangkan selama menggunakan aplikasi.(zh)