LPM DISPLAY

Lembaga Pers Mahasiswa FILKOM-UB

News

Dekanat FILKOM Buka Mata dan Telinga di Dewa Ngoding

Forum audiensi Dewa Ngoding (Dekanat dan Mahasiswa Ngobrol dan Diskusi Penting) yang dilaksanakan pada hari Rabu (2/11) kemarin dihadiri Dekan FILKOM, Wayan Firdaus Mahmudy beserta jajaran. Dalam audiensi, Dekan dan jajaran membuka mata dan telinga terkait pertanyaan yang disuarakan mahasiswa lewat Kementrian Advokesma BEM. Audiensi yang diadakan di H1.6 ini diantaranya membahas tentang sarana dan prasarana, etika dosen, biaya SP, serta beberapa pertanyaan yang diajukan langsung oleh mahasiswa yang hadir saat audiensi.

Terkait sarana prasarana seperti pendingin ruangan, Wayan mengatakan bahwa semua itu sedang dianggarkan dan diatur secara bertahap. “Soal pendingin, kami memang inginnya semua ber-AC tapi sekali lagi ini kan soal anggaran, jadi kami harus mengatur secara bertahap. Harapannya semester depan sebagian besar ruangan kita sudah ber-AC,” jawab Wayan. Dan untuk permasalahan WiFi, Wayan menambahkan dalam waktu 2 bulan akan selesai. “Sudah mulai didatangkan (peralatan baru, red). Yang jadi masalah, rangenya itu kan dikasih waktu dan itu nilainya nggak kecil, sampai 2 M dan diberi waktu untuk mengadakan selama 2 bulan. Jadi ya sabarlah selama waktu 2 bulan,” papar Wayan.

Terkait kenaikan biaya SP (Semester Pendek) menjadi  Rp 150.000 per SKS dan dirasa mahal oleh mahasiswa ternyata tidak masuk ke rekening Fakultas, melainkan langsung masuk ke rekening Universitas. “Bayarannya tidak serta merta langsung terserap. Uangnya itu statusnya sama seperti uang SPP, semuanya masuk ke rekening Universitas,” jelas Heru Nurwarsito. Biaya Semester Pendek di FILKOM memang tergolong yang paling mahal diantara fakultas lain. “SP ini justru sifatnya di mahalkan supaya tidak diikuti oleh mahasiswa,” tambahnya.

Selain itu, forum audiensi ini juga membahas tentang tata tertib dan etika dosen yang juga banyak dikeluhkan oleh mahasiswa. Dalam hal ini adalah ket27531ika dosen terlambat masuk kelas tapi tidak memberikan konfirmasi. “Akan kita informasikan di awal semester nanti kepada seluruh dosen untuk mengikuti perkuliahan sesuai dengan jadwal,” jawab Heru. Ada pula yang mengeluhkan bahwa dosen mata kuliah tertentu mengabungkan 2 pertemuan dalam 1 waktu dengan alasan pertemuan berikutnya tidak bisa hadir. “Jadi itu tidak dibenarkan, dalam hal ini baik managemen jurusan, prodi, fakultas, itu tidak memperkenankan pertemuan sekali tapi presensi lebih dari satu kali.  Kalo ada seperti itu silahkan dilaporkan, kalo takut ngomong langsung ke pak Tatang, ke saya, ke pak Tri, ” jawab Heru.

27530Menurut Kementerian Advokesma BEM, banyak yang mengeluh perihal dosen yang melakukan perilaku tidak pantas dari segi ucapan, ada mahasiswa yang sakit hati karena diumpat dengan kata goblok. “Jadi untuk semuanya kalo ada yang seperti itu, mohon langsung laporkan saja lewat e-complain. Sehingga saya bisa memberikan teguran secara langsung, dan kalo itu berulang bisa dapat surat peringatan resmi dosennya,” jawab Wayan menanggapi hal tersebut. Wayan meyakini bahwa pasti ada alasan kenapa dosen melakukan hal tersebut, dan tidak semua dosen berperilaku demikian. “Saya yakin ini kelepasan gitu, ya satu orang atau dua orang kelepasan aja,” tambahnya. (re)

LEAVE A RESPONSE