LPM DISPLAY

Lembaga Pers Mahasiswa FILKOM-UB

News

Belajar dan Memahami Objek Khas Provinsi dengan Jagoan Indonesia

Kamis (19/5) laboratorium mobile yang dipimpin Dr. Eng. Herman Tolle, S.T, M.T meluncurkan game edukasi barunya, bertempat di gedung H Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Dalam kesempatan ini, laboratorium mobile bekerja sama dengan developer game asal Jepang, Mirai Education.

Sedikit gambaran, game edukasi yang diberi nama Jagoan Indonesia – Aplikasi Edukasi Kekayaan dan Kebudayaan Indonesia ini memperkenalkan provinsi-provinsi Indonesia beserta objek khas provinsi tersebut. Game ini terdiri dari beberapa sub permainan diantaranya, penjelajahan dan puzzle. Penjelajahan, yaitu menebak objek khas provinsi. Sebelum menebak, user akan diberitahu informasi objek-objek tersebut kemudian baru dapat menebak objek-objek yang telah disebutkan sebelumnya. Sedangkan puzzle, user akan disediakan sebuah peta buta Indonesia. User dapat memilih salah satu provinsi, kemudian mencocokkan objek khas dengan salah satu provinsi Indonesia pada tempat yang sesuai.

jagoan indonesia3

Tidak hanya dosen pada laboratorium mobile yang ikut andil dalam pembuatan game ini, namun beberapa mahasiswa juga turut ikut dalam pembuatan. Mahasiswa tersebut diantaranya student employee laboratorium mobile, alumni dan juga beberapa mahasiswa aktif sebagai volunteer. Student employee berperan dalam membantu pengembang juga programmer dari game ini. Sedangkan Alumni sebagai ilustator dan beberapa volunteer berperan dalam riset konten informasi yang dibutuhkan dalam game tersebut.

jagoan indonesia

Game edukasi ini tercetus setelah diadakannya kerjasama dengan Mirai Education. Kerjasama itu akhirnya membuahkan hasil, berupa gagasan untuk mengembangkan aplikasi game dari laboratorium mobile yang kemudian menggandeng laboratorium game dalam pembuatannya. Hal ini dikarenakan, game edukasi ini sejalan dengan visi laboratorium game yang ingin mengembangkan aplikasi yang tidak hanya sekedar game, namun juga aplikasi edukasi.

“Edukasi tidak cuma bisa di sekolah, tapi kita ada peluang banyak untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi edukasi,” terang Hanifah Muslimah Az-Zahra, S.Sn., M.Ds, Manajer dari konten aplikasi ini. Game edukasi ini juga sejalan dengan Mirai Education, developer game edukaksi yang telah banyak merilis game dan sukses dipasaran.

Diakui Hanifah, game yang dibuat ini tidak berbeda dengan game edukasi yang telah banyak dibuat programmer-progrmamer lain, terlebih pada game peta buta. Namun, game ini menyajikan informasi kekayaan dan kebudayaan Indonesia dalam bentuk lebih menarik. Karena sasarannya adalah anak-anak, grafis atau ilustrasi game ini dibuat semenarik mungkin, sehingga anak-anak dapat belajar dan memahami dengan cara yang enak dan menyenangkan. Terdapat juga konten suara untuk menjelaskan informasi yang diberikan agar menunjang kenyamanan dan menambah sisi menarik dari game ini.

Tidak ada kendala yang berarti selama pembuatan game ini, hanya saja pola waktu yang dibangun bersama orang dari Jepang cukup mengejar waktu meski tidak ada deadline yang djadwalkan. “Mereka hanya mengeluh saja, nggak marah sih. Cuma lo, kok belum selesai, kayak kecewa gitu,” jelas Hanifah sambil tertawa.

Kedepannnya Hanifah berharap final project yang direncanakan segera berjalan, karena tidak hanya Jagoan Indonesia saja yang dibangun, namun juga ada game tentang belajar huruf jawa dan belajar huruf hijaiyah.

“Sebenernya final project kita ada beberapa, salah satunya ini. Terus ada belajar huruf jawa dan belajar huruf hijaiyah, kayak gitu itu. Jadi itu harapan jangka pendeknya final project jalan semua, terus kita bisa bikin aplikasi yang lebih bermacam-macam, yang lebih edukatif lainnya. Harapan jangka panjangnya, kita bisa bikin aplikasi mandiri, jadi gak perlu nunut lah. jadi aplikasi lab mobile di google store kan banyak, nah itu dari skripsi-skripsi mahasiswa yang belum dikerjakan dengan prima, optimal dan datanya juga masih asal-asalan, jadi belum terarah. terus ilustrasinya masih apa ya, ala kadarnya lah karena terbentur skripsi kan. jadi dari lab mobile itu pengennya, semisal ada skripsi yang mengembangkan aplikasi itu bisa dikembangkan dengan serius gitu loh, terus manage juga dengan serius. Jadi after aplikasi itu terdevelop udah di launching gitu, kita bisa terus maintenance biar ada terus, biar lebih bagus. jadi harapan kita lebih ke maintenance sih,” harap Hanifa. (dkf)

LEAVE A RESPONSE