Teruntuk kawan-kawan seperjuangan, kutuliskan sebuah catatan
Generasi baru terus dilahirkan
Yang bibitnya ikut kita besarkan, walau mungkin bukan kita yang tanam
Gaya baru bermunculan,  ditopengi kata inovasi pembaharuan
Terbungkus dalam kata demi kebaikan

Bungkus-bungkusan kebaikan mulai bertebaran
Saat kemalasan dibungkus kemudahan
Saat kemudahan dibungkus kebijakan
Saat kebijakan dibungkus kepentingan
Saat kepentingan.. ,ah biarlah yang berkepentingan yang tahu harus menulis apa
Otakku belum sampai ke ujung sana

Mereka berkata mereka mahasiswa biasa, Melupakan kata Maha didepan Siswa
Mereka bilang sudah ada yang bekerja, Menikmati status dan kerja temannya
Membungkus Maha dengan kata biasa, melupakan tanggung jawab tri dharma
Sampai tak ada yang sadar, kita sedang duduk  di titik nadir keapatisan

Cukup diam dan bekerja katanya, aku tak tahu apa kerjanya..
Semoga saja memang ada
Diam dan  berpikir  tapi tak berani bertanya, bicara mendewa dalam dunia virtual
Terbungkus dalam kata DOTA 2
Hanya bicara di dunia maya, sungguh malang para kecoa

Teruntuk kalian penerus perjuangan
Pendahulu tak hanya dibungkus dengan keburukan
Mereka diikat dengan kekerasan kata kalian
Diselimuti dengan ketakutan, kuasa orang-orang tua
Tapi mereka tak lupa, saat diperlukan untuk turun dan bicara
Mereka tak lupa, menjunjung tinggi etika
Ini bukan soal budaya, status, apalagi IPK
Tapi soal perjuangan, berjuang menjadi saudara
Terbungkus dalam kata Keluarga Besar Mahasiswa

Kalian protes kebijakan Pemerintah, yang membuat rakyat menderita
Kalian protes kebijakan DPR, yang berniat turunkan kuasa KPK
Kalian protes kebiasaan Presiden, yang selalu menebar citra
Tapi soal lembaga sendiri, penurunan itu tak apa
Harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada
Terbungkus kata hipokrit dan standard ganda

Perbaikan selalu diperlukan, tapi penurunan akan menggoda kalian
Membungkus dirinya dalam kata kebebasan
Standard kualitas harusnya ditegakkan, malah kalau bisa dinaikkan
Bukti kalian pantas jadi panutan
Jangan sampai generasi masa depan kehilangan teladan
Kemudian lembaga cuma jadi ajang serah terima jabatan

Share It On:

2 COMMENTS

  1. jadi masalah apa yang sedang disikapi oleh puisi ini? keapatisan? tapi juga membahas soal inovasi. teknolgi yang memanjakan kah? tapi juga membahas masalah kelembagaan, siapa dan apa yg dikritik masih belum paham saya. apa saya yg terlalu polos ya, hehe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here