Berangkat dari penggunaan e-KTP yang belum berjalan dengan maksimal, dua developer asal Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang tergabung dalam tim Victoria membuat sebuah sistem “Distribusi Raskin” dan “Siaga Bencana” dalam kompetisi Hackathon Merdeka 2.0 Chapter Malang. “Distribusi Raskin” merupakan sistem yang menggunakan data pada RFID e-KTP untuk dimanfaatkan sebagai pendataan dan pendistribusian raskin, yang selama ini dianggap kurang transparan. Sedangkan “Siaga Bencana” merupakan sistem pengumpulan data pada RFID e-KTP yang digunakan sebagai dasar dalam pendistribusian bantuan korban bencana agar lebih merata dan terorganisir. “Tidak ada satupun pemanfaatan e-KTP di e-government, maka dari itu bagaimana pemikiran kita untuk membuat hal itu menjadi nyata, ” ujar Sandi Priyo Pambudi, ketua tim Victoria.

DSPL_10041Bersama dengan rekannya Ayunda Prima Dewi yang juga mahasiswa Polinema jurusan Teknik Informatika, mereka mengaku mengimplementasikan aplikasi yang diberi nama “AIO Card” ini dalam waktu 24 jam selama perhelatan Hackaton.  “Untuk pembacaan RFID  card, kita sudah bisa membacanya, tapi untuk pengimplementasian ke sistem murni menggunakan 24 jam, ” ujar Sandi.

Adanya penerapan AIO Card ini, diharapkan bisa membantu pemerintah maupun masyarakat. Dengan sistem ini, data penduduk bisa tersimpan dan terkoordinir dengan baik sehingga pemerintah juga mudah dan cepat dalam mengambil tindakan. Dalam modul “Siaga Bencana” yang rencananya diterapkan pada posko-posko bencana, pemerintah dapat melihat data penduduk yang membutuhkan bantuan secara real-time. Dari detail yang ada pada RFID e-KTP,  pendistribusian bantuan kepada korban bencana diharapkan bisa merata dan tidak salah sasaran.

Sama halnya dalam modul “Siaga Bencana”, pada modul “Distribusi Raskin” data di RFID e-KTP digunakan untuk pendataan penduduk dan pendistribusian raskin ke daerah. Diharapkan pendistribusian raskin bisa benar-benar jatuh kepada masyarakat yang membutuhkan. “Pada dasarnya pendistribusian raskin itu hanya pemerintah pusat yang tahu, harusnya kita di daerah juga tahu bagaimana pendistribusiannya dan bisa sampai ke tangan masyarakat, ” terang Sandi.

DSPL_10030Usai memenangi Hackathon Merdeka 2.0 Chapter Malang ini, tim Victoria berhak mewakili kota Malang dalam putaran final Hackaton Merdeka 2.0 di Jakarta. Disana mereka akan bertemu wakil developer-developer terbaik dari 28 kota lainnya. Ayunda mengaku pencapaiannya di Hackaton ini seperti mimpi, terlebih Hackaton ini merupakan kompetisi pertamanya. “Ini seperti mimpi, soalnya sering pesimis, ” ungkap Ayun. “Ini aja sampai sakit gini gara-gara seneng, ” imbuh Sandi menunjuk Ayun sembari tertawa.

(krb)

NO COMMENTS

Leave a Reply