Judul          : Kartini
Rilis           : 20 April 2017
Pemain      : Dian Sastrowardoyo, Acha Septriasa, Ayushita, dll
Penulis      : Bagus Bramanti, Hanung Bramantyo, Robert Ronny
Sutradara  : Hanung Bramantyo
Genre        : Drama

Kartini merupakan film biografi dari pahlawan wanita Indonesia yaitu Raden Adjeng Kartini. Film yang diproduksi pada 2017 ini bercerita tentang perjuangan seorang wanita bernama Kartini dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita.

Pada akhir tahun 1800-an, Jepara dipimpin oleh seorang bupati dari keturunan bangsawan yang menikahi perempuan bangsawan pula. Anak-anak perempuan bupati, baik dari istri bangsawan maupun tidak harus menjadi seorang Raden Ayu. Ketika perempuan hendak menjadi Raden Ayu, dia harus menjalani pingitan. Dikurung di dalam rumah sejak menstruasi pertama. Menanti laki-laki bangsawan datang melamar dan mempersunting mereka menjadi istri pertama, kedua bahkan ketiga. Kartini terpaksa harus mengikuti tradisi tersebut karena ayahnya yang seorang bupati dari kalangan bangsawan.  Kartini merasa seperti burung yang dikurung dalam sangkar, tidak bisa bebas menjalani hidup dan harus menaati segala peraturan di keraton. Kartini harus belajar merawat diri, memasak, bersikap sopan santun dan berjalan jongkok.

Suatu hari ketika Kartini tengah merasa bosan berada dalam pingitan, Sosrokartono, kakak Kartini yang merantau ke Belanda datang. Kartono membantu Kartini untuk keluar dari kamar pingitan dengan cara memberikan sebuah kunci lemari yang berisi buku-buku Belanda. Kartono berpesan agar Kartini tidak terkurung dalam pikirannya selama tubuhnya terkurung. Kartini menemukan sebuah buku yang menarik perhatiannya. Buku tersebut berjudul Hilda Van Suylenburg karya Cecile De Jong. Buku tersebut bercerita tentang seorang pengacara wanita bernama Hilda Van Suylenburg yang membela orang miskin dan perempuan tertindas. Hilda sangat cerdas dan dihormati. Hilda tetap memperjuangkan perempuan meskipun telah menikah dan memiliki anak. Kartini merasa kagum dan termotivasi. Kartini ingin memperjuangkan hak-hak wanita karena pada saat itu banyak kaum wanita yang tertindas, tidak dapat belajar dan mendapatkan pendidikan, karena pada saat itu pendidikan hanya untuk kaum bangsawan saja. Kartini berpikir “Tubuh boleh terpasung tetapi jiwa dan pikiran harus terbang sebebasnya.” Kartini ingin bersekolah tinggi agar dapat memberikan pendidikan untuk kaum wanita. Hidup Kartini lebih berwarna saat ditemani oleh dua adiknya, Roekmini dan Kardinah di kamar pingitan. Bersama adik-adiknya Kartini berjuang untuk mendapatkan kebebasan. Namun beberapa cobaan datang silih berganti menguji Kartini, karena keinginan dan pemikirannya saat itu dirasa menentang tradisi dari leluhur yang sudah dijaga.

Film ini menyajikan penataan latar tempat, properti dan riasan yang digambarkan sangat mirip dengan kehidupan pada zaman dulu. Penonton seakan dibawa ke masa dimana Kartini masih muda lengkap dengan pemandangan Indonesia masa lampau. Dengan dukungan sinematrografi dan latar belakang musik yang dikemas dengan tepat menambah kesan dramatis dari film ini. Akting dari pemainnya pun tidak diragukan lagi, sangat bagus dan dapat menggambarkan keadaan masyarakat Indonesia pada zaman dulu dimana penggunaan bahasa daerah yang kental dan sikap sopan santun sangat diutamakan. Selain itu hal menarik dari film ini adalah penggunaan tiga bahasa dalam satu film. Beberapa bahasa tersebut adalah bahasa Indonesia, Jawa dan Belanda. Namun bahasa tersebut tidak akan membuat bingung penonton karena terdapat subtitle berbahasa Indonesia ketika terdapat dialog berbahasa Jawa dan Belanda.

Penggambaran hubungan tiap tokoh dalam film besutan sutradara Hanung Bramantyo tersebut terasa membingungkan karena tidak dijelaskan secara detail. Namun di sisi lain, hal tersebut menjadikan film ini menarik untuk ditonton karena terdapat plot-plot yang sangat menarik dan tidak terduga. Penonton akan terhanyut ketika menonton film ini. Banyak pesan moral yang bisa diambil dari film ini salah satunya dari ucapan Sosrokartono kepada Kartini, “Apa yang kamu miliki saat ini tidak akan ada artinya jika hanya untuk dirimu sendiri. Kamu harus berbagi.” (el)

Sumber gambar: bioskoptoday.com

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here