Oleh: Elva C.T.

Kesempatan bagai dedaunan yang disapu angin
Barangkali akan diambil segenggam, atau sebiji, atau keduanya
Apakah kau mengikuti langkah diriku?
Terlalu mudah percaya, terlalu cepat jatuh seperti musim gugur yang menyisakan jalan untuk musim dingin

‘Ku hitung dedaunan yang jatuh ke bumi
Memisahkan mereka sekali, dua kali, tiga kali, miliaran kali
‘Ku teringat akan kita

Aku bertanya pada diriku berkali-kali
Dalam lingkaran bodoh yang kita ciptakan
Sampai tak ada penyesalan di ujung mata
“Apakah kamu pernah memikirkanku? Apakah kamu pernah peduli?”

Waktu berlalu, Aku merenungkan tentang kita yang dulu
Waktu dimana Aku menemukan kesalahanmu
dan Aku menyalahkan diriku untuk kesalahanmu
Aku percaya kau yang salah
Tapi mengapa Aku yang salah

Mungkin kita sudah berbeda
Mungkin kita sudah lupa
Mungkin kita sudah berhenti
untuk saling peduli seperti dahulu

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here