Oleh: S.

Tuan, senja itu romantis. Maka banyak Tuan temukan sesajak dua sajak puisi tentangnya.

Tuan, malam itu pilu. Maka banyak Tuan temukan sekisah dua kisah cerita sedih tentang meredupnya senja itu.

Tuan, kau sejenak singgah layaknya senja namun hilang sepanjang malam.

Puan kini beradu rindu. Tapi sayang, Tuan tak ingin tau.

Dari mata puan yang telah semu. Dari hati puan yang telah layu. Lahir sajak-sajak rindu dari indahnya siluet senja kala itu bersama secangkir kopi dan cerita rindu. Puan masih setia menunggu.

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here