Oleh : Naufal Faza Rusdi

YouTube Heroes, suatu program “kaderisasi” yang baru-baru ini diluncurkan oleh YouTube. Terhitung sejak tanggal 20 September 2016, YouTube pada dasarnya mengajak para pengguna layanan mereka untuk menjadi kontributor sekaligus pengawas konten yang terdapat di situs mereka itu. Dengan memberikan subtitle pada video, mem-flag video yang menurut kalian tidak sesuai, serta berbagi informasi dengan pengguna yang lain, pengguna akan mendapatkan poin. Poin yang telah dikumpulkan ini kemudian dapat digunakan untuk mendapatkan berbagai manfaat khusus yang ditawarkan YouTube. Terkesan simpel dan menguntungkan bukan?

Sayangnya, bagi para pembuat video di YouTube program ini adalah sebuah malapetaka. Jika diperhatikan, program ini sebenarnya adalah usaha YouTube untuk merampas atau setidaknya membatasi kebebasan berbicara mereka di video-video yang mereka buat. Kalian bahkan bisa melihat sendiri jumlah dislike dalam video pengenalan program ini yang di upload dari akun resmi YouTube

Sekarang mari kita bahas cara mendapatkan poin-poin tersebut dan bagaimana mungkin hal tersebut dapat merampas hak bicara mereka. Untuk yang pertama memberikan subtitle dalam suatu video, membuat lebih banyak orang yang mengerti apa yang diucapkan dalam video tersebut. Tapi tahukah kamu kalau hal itu juga berpotensi membuatmu menjadi pembunuh bagi sang pembuat video tersebut?

Saat ini melakukan sensor untuk suatu video masih terbilang sulit. Kita masih belum memiliki teknologi untuk melakukan sensor secara otomatis sekumpulan gambar/video yang tidak senonoh. Suara juga tidak bisa diandalkan karena kualitas sumber suara dalam suatu video bervariasi, belum lagi logat dan aksen yang berbeda-beda. Walau begitu, ada satu hal yang dapat dicek oleh manusia dan bahkan algoritma komputer saat ini dengan mudah, cepat dan tepat. Apakah hal itu? Yep, teks atau kalimat.

Membuat algoritma untuk mengecek suatu kalimat bukanlah hal yang sulit. Saya sendiri bahkan pernah membuatnya untuk suatu tugas mata kuliah. Saya juga yakin sebagian besar dari kalian juga pernah atau akan mendapatkannya cepat atau lambat. Kita hanya perlu menentukan kalimat apa yang ingin disensor, memasukkan kalimat yang ingin dicek, pisahkan masing-masing kalimat tersebut, cocokkan dengan kalimat yang ingin disensor, ubah jika sesuai, ulangi hingga seluruh kalimat di cek. Simpel bukan?

Adanya subtitle dalam video memberikan dampak yang besar karena sekarang YouTube dapat mengetahui dengan mudah topik apa yang dibicarakan dalam suatu video. Seperti dijelaskan sebelumnya, melakukan pengecekan pada sekumpulan teks atau kalimat sangat mudah dilakukan, YouTube hanya tinggal menentukan kalimat-kalimat apa saja yang ingin disensor dan selanjutnya tinggal algoritma mereka saja yang akan mencarinya.

“Salah mereka sendiri berbicara yang aneh-aneh”, mungkin sebagian dari kalian berpikir begitu. Namun sekarang saya tanya, apakah kalian bisa menjamin kalimat yang disensor itu hanya kalimat yang tidak senonoh saja? Apakah ada yang membatasi kalimat apa yang boleh YouTube sensor? YouTube sendiri bisa merubah kalimat-kalimat tersebut dengan mudah dan percaya atau tidak, hal ini pada akhirnya menentukan topik apa yang boleh dibahas dalam suatu video.

Lalu bagaimana nasib video yang kena sensor oleh YouTube itu sendiri? Umumnya ada dua hal yang mungkin terjadi. Yang pertama video tersebut otomatis dihapus atau yang lebih kejam dari itu, video tersebut dicabut hak monetisasinya oleh YouTube, dalam kata lain tidak ada pembagian keuntungan yang diberikan oleh YouTube dari video tersebut. Hal ini tentunya akan membuat hidup para pembuat video sulit terlebih bagi mereka yang bekerja full-time sebagai pembuat video YouTube. Perampasan gaji sekecil apa pun sangat berdampak bagi kelangsungan channel mereka, terlebih jika mereka termasuk channel kecil atau baru.

Cara mendapatkan poin kedua yaitu dengan mem-flag video yang tidak sesuai juga tidak lepas dari permasalahan. Ketentuan ini sangat mudah untuk disalahgunakan oleh pihak tertentu, bisa saja seseorang mem-flag video karena ia tidak suka dengan orang yang menguploadnya dan bukan karena profesionalitas. Bahkan yang lebih parah lagi, bisa saja suatu channel besar yang memiliki banyak subscribers menyuruh mereka untuk mem-flag video-video yang dibuat oleh channel lain karena alasan dendam.

Membuat video yang dapat menghasilkan banyak viewers memerlukan usaha, kreativitas dan waktu yang lama. Namun ketika pihak yang selama ini bekerja sama denganmu secara terang-terangan berusaha untuk menjatuhkanmu, sulit rasanya untuk mengabaikannya. Apakah semua ini karena alasan uang? Apakah kalian bisa menjamin keadilan dan profesionalitas para Heroes ini? Apakah ini jalan yang ingin kau tempuh, perlahan-lahan menjadi situs propaganda dimana hanya hal yang kalian tentukan saja yang boleh kami ungkapkan?

Sumber gambar : http://www.youtube.com

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here