Oleh: Muhammad Fattah Na’im

“Kalau hari ini imbang apalagi kalah, kita degradasi”. Itulah kalimat yang terlontar dua tahun lalu dari salah satu pejabat Gedung D di hadapan penulis saat pertandingan akan berlangsung di GOR Pertamina. Siapa sangka, itulah awal dari rentetan hasil kurang memuaskan kiprah fakultas kita tercinta di banyak kompetisi, khususnya olahraga.

Setelah pertandingan tersebut, futsal kita resmi terdegradasi ke divisi satu setelah tidak sanggup bersaing di divisi utama. Performa di divisi satu pada edisi selanjutnya pun belum memenuhi target untuk promosi ke divisi utama. Prosentase kemenangan hanya 50% (termasuk kemenangan WO atas FKG) dan tertinggal 9 poin dari posisi dua, batas promosi ke divisi utama.

Kiprah di kompetisi basket antar fakultas pun juga mengalami penurunan signifikan. Pada 2016 berhasil menembus babak final serta menjadi runner up. Setahun setelahnya justru semakin terjerembab karena gagal menembus fase final setelah ditumbangkan FEB. Dalam ajang Olimpiade Brawijaya, justru hal ironis yang terjadi. Setelah masuk final pada 2015 lalu yang sangat fenomenal (karena tribun FILKOM overload hingga menyusup ke tribun lawan), prestasinya terus menurun. 2016 harus takluk pada babak semifinal, dan ujungnya pada tahun 2017 hanya mampu melangkah hingga babak perempat final setelah dipaksa pulang oleh FP dengan skor 35-28.

Peringkat umum di Olimpiade Brawijaya juga terus menurun. Setelah 2015 kita berada di peringkat ke 5 dengan perolehan 9 emas, 4 perak, dan 8 perunggu, pada 2016 mengalami penurunan hanya finish di posisi 9 dengan koleksi 4 emas, 5 perak, dan 9 perunggu. 2017 justru lebih memprihatinkan, fakultas kita tercinta harus puas berada di posisi ke 12.

Cabang olahraga badminton yang menjadi lumbung emas pada OB 2016 dan sempat membuat FILKOM berada di puncak klasemen gagal meneruskan tradisi tersebut pada 2017. Pun demikian dengan kiprah tim voli, band dengan anak FILKOM yang memiliki jiwa seni tinggi dan cabang olahraga lainnya.

Pertanyaan seharusnya mengerucut kepada satu hal. Dimanakah suporter?

Suporter jelas menjadi satu pihak yang harus bertanggung jawab pada performa fakultas kita tercinta ini. Sebab suporter bukan hanya berkewajiban mendukung tim kebanggaan saat di venue saja, namun juga memiliki tanggung jawab (jika menyadari) untuk mengangkat mental serta moril tim. Suporter dan tim kebanggaan sudah seharusnya berjalan beriringan. Saling mendukung, namun juga saling mengkritik demi kebaikan bersama.

Motivasi Adalah Cara Kuno

Sejak 2015 hingga sekarang, menurut pandangan penulis, motivasi selalu digunakan untuk mengangkat mental dan moril di fakultas kita. Sebenarnya itu hal yang baik, namun cara ini jelas sudah kuno. Sudah ketinggalan zaman. Dan menurut pandangan penulis selama ini tidak berdampak signifikan. Terus memberikan motivasi berarti secara tidak langsung tersirat pemikiran akan menerima hasil apapun yang akan diraih, terlepas maksimal ataupun tidak. Nerimo opo onok e, begitu kata orang jawa. Padahal, yang perlu dilakukan suporter dalam sebuah kompetisi adalah menjalankan peran pemicu tim kebanggaan untuk berjuang sekuat tenaga, dan sebagai pelecut semangat. Inilah dua poin paling utama yang perlu dan wajib dilakukan oleh suporter.

Ketika tim kebanggaan bermain loyo, kurang bersemangat, dan mendapat hasil yang kurang maksimal, kritiklah. Jangan takut untuk mengkritik. Sebab kritik adalah tanda cinta. Tanda sayang. Buat spanduk bernada pelecut semangat, suarakan kritikmu, karena itulah yang membuat tim kebanggaan kita semakin fight saat di lapangan untuk meraih hasil terbaik. Sudah banyak pula, sukses atau berprestasi dengan kritik.

Akhir kata, tentu saja semua jenis kritik harus dilakukan dengan catatan yang tidak bisa ditawar, selalu dampingi mereka saat berjuang. Semoga tahun ini menjadi tahun kebangkitan biru orange tercinta.

Satu Hati Satu Jiwa FILKOM!!


(*Tulisan dalam rubrik opini ini adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis. Kesalahan atau kekeliruan diluar tanggung jawab redaksi LPM DISPLAY.

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here