Opini: Bagaimana pendapat kalian tentang sikap maba 2014?

0
1544

Kedatangan calon anggota keluarga baru 2014 atau biasa disebut maba 2014 tentu sebuah kebahagiaan, apalagi akan ada banyak harapan besar yang diberikan kepada keluarga baru tersebut. Harapan untuk menjadi 1 angkatan yang solid, misalnya.

Saat ditanyakan kepada Eka dari angkatan 2013 tentang bagaimana opininya terhadap sikap maba 2014, ia menyebutkan, “inget pas ngerjain tugas di gazebo bareng temen-temen, lihat ada kumpulan maba solid lah, ditambah lagi tiba-tiba  datang beberapa teman mereka bawa kue ulang tahun dan diikuti lagu selamat ulang tahun. Lihat pemandangan itu jadi kagum sama mereka, yang sangat antusias untuk merayakan apalagi maba yang berulang tahun terlihat sangat senang ketika lihat teman-temannya menyiapkan segala sesuatu untuk merayakan. Tapi setelah berjalan beberapa saat, saya dan beberapa teman yang ada di gazebo PTIIK mulai terganggu. Sikap dan tingkah laku semakin “menggila”. Mereka tertawa , teriak-teriak, berlari, dan berdiri menutupi tempat orang berjalan. Sangat ramai. Kami yang berada di situ untuk mengerjakan tugas jadi tidak fokus. Saya mengerti mereka ingin membuat temannya senang, tetapi seharusnya mereka mengerti situasi di sekitarnya tidak semua yang datang ke gazebo itu untuk wifi-an atau download saja. Kan ada juga yang sedang kerja kelompok atau bahkan mengerjakan tugas. Sikap dan tingkah laku mereka membuatnya seakan-akan tidak menghargai kami yang berada di gazebo PTIIK. Hal ini membuat saya sedikit kecewa dengan sikap mereka. Saya harap, mereka lebih memperhatikan sikap dan tingkah laku mereka, apakan sesuai dengan tempat mereka berada”

Sama halnya dengan yang dikatakan Eka, Fahmi dari angkatan 2012 juga menggungkapkan pengalamannya saat ditanya tentang bagaimana sikap  maba 2014. “pas evaluasi jualan buat dies natalis, ada maba yang nyelutuk pas ditawari apa aja  yang dijual, ‘mbak harganya berapa?’ kan gak sopan.”

Lalu bagaimana pendapat kalian tentang maba 2014 saat ini? Pendapat tadi hanya sebagai contoh saja. Kalau sikapnya saat masih menjadi maba saja sudah keterlaluan lalu bagaimana sikap mereka saat nantinya sudah resmi menjadi keluarga besar PTIIK? Akan berubah menjadi “lebih baik” kah? (Okta)

 

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here