Pesta demokrasi dalam Pemilihan Mahasiswa Raya (PEMIRA) Universitas Brawijaya sebentar lagi akan mencapai puncaknya. Setelah sebelumnya diadakan debat tertutup antar calon terpilih Kamis (10/12) lalu, kali ini tepatnya hari Sabtu 12 Desember, diadakan uji coba secara publik pelaksanaan e-vote di ruang sidang lantai 8 Gedung Rektorat UB.

Uji publik pelaksanaan e-vote PEMIRA yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 13.20 WIB ini dihadiri oleh berbagai pihak, diantaranya seperti Wakil Dekan III Fakultas atau Program, dosen dan karyawan pendamping kegiatan PEMIRA, tim IT atau PSIK fakultas atau program, tim TIK UB, DPM, perwakilan BEM fakultas, perwakilan pers fakultas, panitia inti serta pengawas PEMIRA.

Kegiatan uji coba ini membahas tentang berbagai hal teknis saat acara PEMIRA berlangsung. Beberapa diantaranya seperti alur pemungutan suara, penjelasan penggunaan software pada saat pemungutan suara, penjelasan mengenai tugas atau kerja panitia, serta informasi mengenai lokasi dan denah jaga panitia dari masing-masing fakultas.

Jika dihitung hingga saat ini, persiapan pemungutan suara PEMIRA ini sudah hampir mencapai 100 persen. Meskipun terkendala akan penggunaan software dan media elektronik yang masih belum sepenuhnya dipahami oleh panitia, namun di sini pihak PTI UB menyatakan siap membantu hal tersebut. Selain itu ada juga PSIK dari masing-masing fakultas yang turut ikut andil dalam proses pemungutan suara ini. “Kalau persentase, ya, 80% sampai 100% persen,” jelas Wakil Ketua Pelaksana PEMIRA, Agung Wicaksono.

20151212_130249[1]

Dari informasi yang DISPLAY peroleh, alur pemilihan suara saat PEMIRA nantinya akan berlangsung sebagai berikut :

  1. Pemilih datang ke pintu masuk lokasi pemilihan untuk diperiksa terlebih dahulu oleh panitia. Beberapa barang bawaan seperti handphone dan gadget akan diambil sementara oleh panitia yang nantinya akan diserahkan kembali saat pemilih telah selesai memilih.
  2. Setelah diperiksa, pemilih kemudian menyerahkan KTM mereka ke panitia untuk diperiksa fakultas serta status kemahasiswaannya.
  3. Sementara menunggu, pemilih dapat duduk di tempat yang telah disediakan oleh panitia.
  4. Setelah panitia selesai melakukan pemeriksaan KTM, pemilih kemudian dipanggil untuk mengisi presensi yang telah disediakan sekaligus untuk mengambil kembali KTM mereka.
  5. Setelah itu oleh PSIK, pemilih akan diberi tahu nomor bilik berapa yang dapat mereka gunakan.
  6. Pemilih kemudian melakukan pengambilan suara di bilik yang telah diberitahukan sebelumnya.
  7. Setelah selesai, pemilih dapat keluar dari tempat pemungutan suara dan mengambil barang yang diambil sebelumnya oleh panitia.

Seluruh proses tersebut nantinya akan dilaksanakan di dalam ruangan demi menghindari permasalahan perkiraan hujan yang dapat mengganggu berlangsungnya e-vote.

(dk)

NO COMMENTS

Leave a Reply