Terlalu Banyak Proses, SK FILKOM Akhirnya Turun

0
741
Resmi : PTIIK berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Komputer
Ganti nama : PTIIK resmi menjadi Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM)

Kebinggungan mahasiswa terkait perubahan nama yang masih belum jelas pasca diresmikannya Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK) menjadi Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) pada 14 Januari 2015 lalu, sirna oleh turunnya Peraturan Menteri (Permen) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Organisasi Tata Kelola (OTK) Universitas Brawijaya pada 27 Januari 2016. Di pasal 51 dengan jelas menyebutkan bahwa Fakultas Ilmu Komputer resmi berada dibawah naungan Universitas Brawijaya.

Proses mendapatkan status fakultas, tentu tidaklah mudah. Selain harus mendirikan program yang didalamnya terdapat maksimal 3 program studi, diantaranya juga harus ada 5 pengajar bergelar profesor, kelayakan sarana prasarana dan kebutuhan proses belajar mengajar, serta akreditasi program studi.

“Memang kepentingan untuk akreditasi itu tidak di fakultas, tetapi di program studi. Dipastikan kalau seluruhnya siap dan sudah berjalan baru bisa dilajutkan. Maka dari itu, persiapan menjadi fakultas ada yang namanya program sebagai cikal bakal,” ungkap Edy Santoso, S.Si, M.Kom selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan.

Setelah seluruh proses dilakukan, selanjutnya diajukan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIRJEN DIKTI), Kementrian Riset dan Teknologi (KEMENRISTEK), Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (KEMENPAN) terkait susunan pejabat struktural, dilanjutkan ke Kementrian Keuangan terkait penggunaan APBN untuk tunjangan jabatan, setelah itu akan diproses oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENHUMHAM). Jika sudah memenuhi syarat, akan dikembalikan ke KEMENRISTEK melalui DIRJEN DIKTI dan akan dikirim ke pihak universitas (rektor, red). “Informasinya dari seminggu yang lalu, KEMENHUMHAM sudah oke. DIKTI juga sudah oke, sudah lama. Prosesnya dikembalikan ke rektor. OTK nya juga sudah oke,” ujar Edy ketika ditemui DISPLAY Kamis (24/3) lalu. Panjangnya proses yang dilalui, masih belum termasuk revisi yang harus diperbaiki, perihal penambahan unit/bidang, serta organisasi dari sisi kemanfaatan dan fungsi yang mengakibatkan molornya penurunan SK fakultas. Pemilihan nama PTIIK menjadi FILKOM, tidak dilakukan secara instan. Banyak proses dan pertimbangan yang  dilakukan, bahkan sampai dibentuk tim untuk memilih nama tersebut. Beberapa diantaranya adalah Tri Astoto Kurniawan, S.T, M.T, Ph.D dan Wayan Firdaus Mahmudy, S.Si, M.T, Ph.D yang sampai melakukan studi banding ke Universitas Indonesia dan Universitas Sumatera Utara. Penamaan fakultas ternyata sangat berpengaruh terhadap proses persetujuan pengajuan. “Jadi dicari yang umum supaya perizinannya tidak sulit, jika tidak biasa maka nama fakultas akan dicoret (revisi, red),” papar Edy.

Terdapat 2 strategi ketika muncul beberapa alternatif nama yang akan diajukan sebagai nama fakultas, yaitu bagaimana nama tersebut bisa dengan mudah di acc dan berbeda dengan fakultas yang lain. “Kalau nanti dikasih nama FASILKOM, sama seperti IU,” tambah Edy. Maka terpilihlah nama Fakultas Ilmu Komputer yang disingkat FILKOM menggantikan PTIIK. Perubahan program menjadi fakultas bukan berarti hanya soal nama yang berubah, tetapi institusi juga. Yaitu perihal biaya tunjangan jabatan yang tidak akan lagi di tanggung oleh universitas, melainkan akan ditanggung oleh negara. “Kalau dibebankan ke UB, kan antara lain bebannya juga ke mahasiswa,” jelas Edy. Untuk SPP ataupun UKT mahasiswa, tidak ada perubahan signifikan yang akan terjadi. “Tetapi ada informasi kalau pemerintah yang sekarang, tunjangan jabatan akan kembali dibebankan ke universitas masing-masing, yang penting kan kita tidak menyalahi prosedur,” tambah Edy.

(irf, ph)

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here