DISPLAY – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Brawijaya mengadakan aksi lanjutan Hari Pendidikan Nasional. Aksi ini merupakan bentuk ketidakpuasan PMII Komisariat Brawijaya terhadap aksi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Brawijaya sehari sebelumnya (2/5). Menurut Ahmad Choirul Furqon selaku anggota PMII Komisariat Brawijaya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) saat diwawancarai DISPLAY, menuturkan bahwa aksi Hardiknas pada tangggal 2 Mei lalu dianggap bermasalah serta tidak adanya follow-up dari pihak rektorat terkait tuntutan massa aksi tentang PTN-BH. “Kita di sini ingin menjunjung tinggi hak-hak dari masyarakat-masyarakat mahasiswa kalangan bawah,” tambahnya.

Ketika ditanya tentang hubungannya dengan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM UB), Furqon mengatakan bahwa sebenarnya PMII Komisariat Brawijaya telah diajak untuk mengikuti aksi pada tanggal 2 Mei 2017. Namun aksi EM UB tersebut disinyalir mengandung banyak unsur kepentingan di dalamnya dan massa aksi yang dianggap tidak terlalu paham tentang aksi tersebut. Akhirnya PMII Komisariat UB memisahkan barisan sendiri dan mengadakan aksi pada pagi tadi. Aksi yang dimulai semenjak pukul 08.30 (3/5) berlangsung di depan gedung Rektorat UB. Massa aksi yang jumlahnya tidak terlalu banyak ini membawa 7 tuntutan aksi antara lain :

  1. Menolak PTN-BH,
  2. Menghentikan pembangunan gedung dan pengadaan fasilitas-fasilitas yang tidak jelas (bongkar pasang gedung dan paving/jalan),
  3. Menindaklanjuti kebijakan dan dana pengadaan stiker kendaraan,
  4. Memberikan kebebasan berekspresi, berserikat, dan berpikir (hentikan represifitas terhadap suatu ideologi),
  5. Perluasan lahan parkir dan pengurangan penerimaan mahasiswa,
  6. Seleksi ketat pada penerima beasiswa,
  7. Setiap permasalahan per fakultas terlampir.

Ketika dikonfirmasi terkait poin ke-7 pada tuntutan di atas mengenai Fakultas yang dimaksud, Wakil Ketua 2 PMII Komisariat Brawijaya, Yayan Hidayat mengatakan bahwa fakultas tersebut adalah fakultas rayon yang dibawahi oleh PMII Komisariat Brawijaya. Di antaranya Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), dan Fakultas Peternakan (FAPET).

Massa aksi bersikeras tidak akan bernegosiasi dengan pihak rektorat, karena tujuan massa aksi adalah untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan yang dibawa. “Kami akan aksi sampai pihak rektorat menemui kami,” tuntut Furqon. Massa aksi juga akan tetap melakukan aksi tanpa batasan waktu karena menurut mereka aksi bukan tentang manajemen waktu namun lebih kepada tersampaikannya tuntutan yang dibawa oleh massa. “Kita dari PMII sangat menolak manajemen waktu dalam aksi, karena pada dasarnya aksi adalah tuntutan hati nurani yang mana kita melihat realitas sosialnya seperti apa,” tambahnya. Massa akhirnya ditemui oleh pihak rektorat yaitu Drs. Kardi, MM, Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Brawijaya. Kardi pun akhirnya mewakili pihak rektorat untuk menandatangani nota kesepahaman yang dibawa oleh massa. Massa aksi akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 12.00 setelah bertemu dengan pihak rektorat. (rrt)

 

Share It On:

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here