DISPLAY – Kamis (14/09), Eksekutif Mahasiswa UB menggelar forum diskusi antara jajaran Rektorat UB dengan Mahasiswa. Acara yang diberi nama Rektor Menyapa ini dilaksanakan di studio UBTV pada pukul 13.00 sampai 15.00, sayangnya tampak lengang.

Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S. selaku Rektor yang menjabat saat ini, membicarakan tentang progres pekerjaan yang sedang dikerjakan pada periode 2017/2018. “Dalam tahun ini sampai tahun depan, Saya selalu membicarakan ke Dekan jangan buat gedung perkuliahan baru, buat laboratorium baru,” ujar Bisri saat membahas tentang program untuk meningkatkan mutu SDM di dalam kampus. Selain membuat laboratorium baru, upaya lain yang dikerjakan untuk meningkatkan SDM adalah pengurangan jumlah mahasiswa baru. “Semenjak Saya menjadi Rektor, jumlah mahasiswa itu setiap tahunnya berkurang, tapi persentasenya naik ke pascasarjana,” tambahnya.

Rektor Menyapa kali ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Moderator. Pertanyaan yang diajukan oleh Mahasiswa pun tidak jauh dari permasalahan yang pernah diajukan dulu, seperti aksi UB Kampus III Kediri pada 2 Mei 2017 lalu, dan masalah PTN-BH. Menanggapi masalah UB Kampus III Kediri, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., M.S. selaku Dekan Fakultas Pertanian membantah jika UB Kampus III Kediri diabaikan. “UB Kediri itu bukan tidak diperhatikan, tapi UB Kediri itu akan diprospek oleh KEMENRISTEK untuk menjadi kampus baru, entah namanya apa, mungkin UB II gitu,” jawabnya.

Sedangkan untuk PTN-BH, apakah sikap rektorat akan menolak atau tidak Bisri masih belum bisa menjawab. “Pada tahun 2017 ini dikti menargetkan 3 PTN yang akan ditransisi menjadi PTN-BH, yaitu UNS, UNAND, dan UB,” jawabnya. Bisri juga mengaku jika UB masih dapat bertahan meskipun tidak menjadi PTN-BH. “Walaupun bukan PTN-BH, buktinya UB loh masih bisa bertahan dengan dana yang nggak seberapa,” pungkasnya. (rap)

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here