DISPLAY – Aliansi Mahasiswa Brawijaya pada hari ini (2/5) melakukan aksi Brawijaya Menggugat di depan gedung Rektorat, setelah sebelumnya melakukan long march dan penjemputan massa di setiap fakultas. Menurut Lambang Aji selaku koordinator aliansi, sekitar 500 orang mahasiswa ikut serta dalam aksi ini, termasuk 30 orang mahasiswa dari UB Kediri. Aksi ini dilakukan karena adanya 10 tuntutan dari mahasiswa Brawijaya, yaitu :

  1. Transparansi persiapan (hearing dan pelibatan mahasiswa) berkaitan PTN-BH
  2. Menolak kenaikan UKT
  3. UKT hanya untuk 8 semester
  4. Optimalisasi kebijakan parkir dan transportasi UB
  5. Mendorong rektorat dan dekanat untuk memperjelas status UB Kediri
  6. Selesaikan permasalahan vokasi
  7. Penuhi janji jaket, kaos, dan almamater
  8. Menuntut transparansi dana UB
  9. Selesaikan masalah UKM
  10. Pembenahan fasilitas UB

Tuntutan ini ditujukan kepada rektor melalui konsolidasi oleh perwakilan dari setiap fakultas, vokasi dan UB Kediri. Dari konsolidasi tersebut dihasilkan keputusan yang disetujui untuk setiap tuntutan yang diajukan. Hal ini diungkapkan kembali oleh Fajri Rahman (Menko Pergerakan EM) di depan mahasiswa Brawijaya yang masih menunggu di pintu masuk gedung Rektorat. Adapun kesepakatan yang didapat adalah sebagai berikut :

  1. Rektor akan memfasilitasi tim PTN-BH dan perwakilan mahasiswa untuk secara real bertemu dengan Menteri di Jakarta.
  2. Untuk tahun ini tidak ada kenaikan UKT.
  3. Untuk UKT semester 9 sudah di follow-up oleh Wakil Rektor 2 dan Wakil Dekan 2 ke fakultas masing-masing serta hasilnya akan dipublikasikan setelah ada surat keputusan.
  4. Untuk permasalahan parkir, karena tahun depan mahasiswa semester 1 dan 2 akan ditempatkan di UB Dieng maka populasi mahasiswa di UB pusat akan berkurang, sehingga dapat mengurangi jumlah kendaraan yang masuk di UB. Selain itu akan dilakukan pembangunan tempat parkir di setiap fakultas yang ada di Universitas Brawijaya. Jika 3 tahun tidak ada pembangunan, maka akan diadakan aksi penuntutan kembali kepada pak Bisri.
  5. Untuk status dari UB Kediri sudah jelas dan permasalahannya telah selesai.
  6. Untuk statuta vokasi UB telah ditandatangani oleh senat dan akan segera dikirim ke Jakarta.
  7. Untuk jaket, kaos, dan almamater akan selesai pada akhir bulan Juli.
  8. Untuk transparansi dana UB masih diminta ke KIP.
  9. Untuk permasalahan UKM, jika masih belum terselesaikan maka akan diadakan pertemuan dengan Wakil Rektor III.
  10. Untuk masalah pembenahan fasilitas yang ada di Universitas Brawijaya bisa langsung menuju ke fakultas masing-masing karena proporsi dananya sudah cukup dan semua diatur oleh dekanat.

Seluruh tuntutan di atas akan selalu di follow-up dan jika ada tuntutan yang belum terealisasi hingga deadline yang sudah disepakati maka akan dilakukan aksi kembali. (kis, aa)

 

NO COMMENTS

Leave a Reply