DISPLAY – Sidang istimewa (1/11) Musyawarah Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (MKBM FILKOM) resmi menerima pengajuan diri Alfa Fadlilah. Mahasiswi dari Program Studi Teknologi Informasi angkatan 2017 ini berpamitan untuk maju dalam Pemilihan Mahasiswa Raya Universitas Brawijaya (PEMIRA UB) sebagai salah satu calon wakil presiden (cawapres) Eksekutif Mahasiswa (EM).

Sidang MKBM FILKOM yang diadakan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FILKOM tersebut awalnya berisi agenda untuk membahas perihal Sidang Pleno VI, yaitu Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) KBMFILKOM. Namun ketika dilakukan pembahasan mengenai ART, sekitar pukul. 21.41 WIB Naufal Alfarizi selaku Ketua Eksekutif Mahasiswa Teknologi Informasi (EMTI) mengajukan order untuk melakukan pending Sidang Pleno VI untuk kemudian melaksanakan sidang istimewa karena ada salah satu anggota KBMFILKOM yang akan maju ke lembaga eksekutif mahasiswa tingkat universitas.

Penentuan untuk dilaksanakannya sidang istimewa berjalan cukup  alot diwarnai berbagai interupsi karena agenda sidang istimewa dinilai terlalu mendadak. Aditya Evan, Wakil Ketua Eksekutif Mahasiswa Sistem Informasi (EMSI) menyatakan undangan sidang MKBM FILKOM yang diedarkan pada tanggal 31 Oktober 2019, hanya memuat Sidang Pleno VI dan tidak tertulis adanya agenda sidang istimewa. “Saya pribadi sebagai anggota kuota forum, menyiapkan apa yang akan dibahas. Jadi saya siapkan AD/ART. Kalau memang pengin sidang istimewa, dijelaskan semendesak apa,” ujarnya. Selain itu Evan, sapaan akrabnya, dalam sidang juga menambahkan untuk dilakukan penyampaian urgensi di depan umum dan mempertanyakan perihal persetujuan para ketua lembaga untuk pelaksanaan sidang istimewa. Menjawab hal tersebut, M. Rois sebagai perwakilan dari DPM menjelaskan sidang istimewa dapat dilakukan melalui order yang diajukan saat sidang. “Sidang istimewa tidak harus diinformasikan sebelum sidang diadakan. Dari teman-teman bisa order sidang istimewa tapi harus minta izin dulu saat sidang. Kemarin dari salah satu orang yang bersangkutan sudah bilang ke Koordinator DPM, tapi saat itu disarankan untuk diorderkan saat sidang,” jelasnya.

Alfa Fadlilah selanjutnya meminta agenda sidang istimewa dilakukan. Melalui sidang istimewa, Alfa berniatan pamit kepada KBMFILKOM menyusul keputusan panitia PEMIRA UB yang secara resmi menetapkan Ariz Pratama dan dirinya sebagai pasangan calon presiden (capres) dan cawapres EM UB periode 2020. “Ke ketua lembaga saya belum menanyakannya terkait hal pasti terkait diizinkannya sidang itu tadi (sidang istimewa, red). Namun saya menanyakan hal lain apakah diizinkannya saya maju ke eksekutif universitas,” ungkapnya. Ia kemudian mengajukan lobbying selama 15 menit untuk meminta izin kepada ketua lembaga untuk dilakukan agenda sidang istimewa. Alhasil para ketua lembaga menyepakati pelaksanaan sidang istimewa, sementara Sidang Pleno VI ditunda sampai waktu yang ditentukan. Terkait alasan pencalonan dirinya, Alfa menjelaskan dirinya diminta oleh beberapa pihak untuk menjadi cawapres dengan pertimbangan berbagai track record  serta latar belakangnya yang merupakan mahasiswi FILKOM.

Dalam sidang istimewa yang berlangsung di pelataran Gedung D tersebut, Alfa mengaku mengharapkan restu dari KBMFILKOM untuk melenggang di tingkat universitas. Alfa juga menyebutkan untuk tidak akan memaksakan dukungan suara terhadapnya dalam PEMIRA UB dan mempersilakan untuk mempertimbangkan secara objektif. “Ketika itu dirasa memang mereka lebih bagus dari saya ya silakan pilih mereka. Ketika dirasa saya lebih bagus dari mereka ya silakan pilih saya. Saya tidak memaksakan kehendak apa pun terkait suara,” jelasnya.

Sidang istimewa MKBM FILKOM selesai setelah dibacakan konsideran sidang oleh Presidium dan disahkannya keputusan MKBM FILKOM pada 2 November 2019 pukul 00.11 WIB. Hasil konsideran menyatakan dizinkannya Alfa Fadlila untuk melakukan kampanye di FILKOM UB kecuali di kelas mahasiswa baru. Sedangkan bagi calon Presiden dan Wakil Presiden EM UB yang bukan merupakan anggota KBMFILKOM, diharuskan meminta izin terlebih dahulu kepada seluruh ketua Lembaga Otonom (LO)/Lembaga Semi Otonom (LSO) jika hendak berkampanye di lingkungan FILKOM UB. (cap)

Share It On: