DISPLAY – Rangkaian Olimpiade FILKOM (OF) yang dimulai pada Kamis (11/5) lalu, telah resmi ditutup pada Kamis (25/5) kemarin. Pelaksanaan penutupan OF yang bertempat di lapangan parkir Fakultas Kedokteran Gigi ini sempat mengalami pengunduran jadwal, yang rencana awalnya akan dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2017. “Perkapnya ngabarin mendadak nggak bisa. Jadi hari ini, karena libur tanggal 25,” ungkap Naufal Alif Aldhian selaku Ketua Pelaksana. Selain itu waktu pelaksanaannya juga mengalami kemunduran hingga usai adzan magrib karena permasalahan sound system. “Persiapan closing terlalu mepet, molor karena sound-nya telat datang,” imbuhnya.

Tujuan diadakan OF adalah untuk menjaring atlet dan talent untuk dipersiapkan dalam mengikuti Olimpiade Brawijaya dan perlombaan ke depannya. “Atlet dan talent dipersiapkan untuk dinilai dan dikaji ulang di BIOS agar bisa turun di Olimpiade Brawijaya,” ujar Naufal. Berbeda dengan tahun lalu, OF tahun ini mengalami penambahan dan penghapusan beberapa cabang olahraga (cabor). Tahun ini terdapat dua cabor baru yaitu stand up dan vokal, sedangkan dua cabor yang ditiadakan yaitu homeband dan badminton. “Homeband dihapus karena kurang resource, sedangkan badminton karena ada FILKOM Open jadi keambil duluan,” jelas Naufal.

Pelaksanaan OF tahun ini mengangkat tema “Spirit of Movement” dengan harapan adanya pergerakan untuk bersatu dalam bidang olahraga dan seni. “Pergerakan wajib dilakukan oleh anak muda termasuk dalam olahraga. Berawal dari pergerakan, harapannya dengan OF agar bisa lebih bersatu lagi,” ujar Abdul Aziz sebagai Presiden Direktur BIOS. Ia mengutip dari kata-kata pada olimpiade dunia, “Yang penting itu bukan sekedar pemenang, bukan sekedar berpartisipasi, tapi berjuang menjadi yang terbaik di bidang kita masing-masing dengan cara masing-masing”.

Naufal mengakui adanya kendala dalam menyiapkan acara OF ini, dimulai dari perekrutan panitia hingga perebutan tempat venue lomba. “Kendalanya dikejar puasa, perekrutan (panitia, red) bersamaan dengan UTS, perebutan tempat (venue lomba) dengan fakultas lain,” ungkapnya. Dibalik semua kendala itu, mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2015 ini mengungkapkan kebahagiaannya saat melihat antusiasme para suporter, “Seneng melihat euphoria dari suporter waktu mendukung prodinya bertanding,” tambahnya. Ia juga berharap agar tahun depan OF memiliki persiapan yang lebih matang, “Untuk tahun depan pengen persiapan lebih lama, biar nggak ada kesalahan yang kayak mundur-mundur,” tutupnya.

Pada akhir pelaksanaan Olimpiade FILKOM, hasil akhir klasemen tiap prodi adalah seperti berikut:

  1. Teknik Informatika                       7 emas, 8 perak, 5 perunggu
  2. Sistem Informasi                          5 emas, 6 perak, 2 perunggu
  3. Teknik Komputer                          2 emas, 2 perak, 2 perunggu
  4. Pendidikan Teknologi Informasi  2 emas, 3 perak, 0 perunggu
  5. Teknologi Informasi                     1 emas, 1 perak, 1 perunggu

Dapat dilihat bahwa juara umum dari OF tahun ini adalah prodi Teknik Informatika. Selain penghargaan untuk atlet dan talent, ada reward lain yang ditujukan untuk para suporter, yaitu kategori “best supporter” yang dinobatkan kepada Sistem Informasi. (nh)

NO COMMENTS

Leave a Reply