DISPLAY – Himpunan mahasiswa prodi Teknik Komputer yang dulunya bernama HIMASISKOM (Himpunan Mahasiswa Sistem Komputer) pada 23 Maret 2017 lalu resmi berganti nama menjadi HIMATEKKOM (Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer). Ayu Samura selaku Ketua Himpunan mengungkapkan, perubahan ini didasari oleh SK yang diturunkan dari pihak fakultas dan melalui persetujuan anggota dan alumni HIMASISKOM. “Resmi pergantian nama minggu lalu, tepatnya tanggal 23 Maret 2017. Kita mengubah berdasarkan SK yang turun saja, dasarnya itu. Jadi SK yang keluar kan Teknik Komputer, kemudian juga banyak yang udah mempertanyakan kenapa kok gak mau ganti. Berdasar izin juga sih ke anggota dan alumni,” ujar Ayu.

Untuk pergantian nama tersebut ia menjelaskan baru dilakukan belum lama ini karena memang belum ada inisiatif untuk mengubah nama himpunan mengikuti nama prodi sesuai SK yang telah turun. Namun karena khawatir ke depannya dapat menimbulkan masalah, maka rencana perubahan nama tersebut direalisasikan dalam sidang AD/ART HIMASISKOM. “Karena sekalian sidang AD/ART, jadi menunggu mulainya sidang dulu. Awalnya tidak mau berubah tapi akhirnya merasa harus diubah, karena takutnya ke depannya akan bermasalah. Sebenarnya kalau dilihat dari nomenklatur, Sistem Komputer dengan Teknik Komputer itu sama saja,” terangnya.

Proses perubahan nama himpunan ini dicapai melalui empat kali sidang istimewa. Ayu mengungkapkan bahwa perubahan nama ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena memerlukan pertimbangan dari alumni dan anggota dalam sidang. ”Perubahan nama melalui empat kali sidang istimewa, banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama, alasan pergantian nama dan pilihan nama yang akan diganti. Untuk bagian apa saja diajukan pada sidang itu yang dihadiri oleh alumni juga,” ucapnya.

Selain nama himpunan, nama eksekutif yang dulunya EMSK juga berubah menjadi EMTK. Begitu juga dengan nama legislatif dan musyawarah keluarga besar mahasiswa yang berubah menjadi FPATK dan MKBMTK. Mengenai atribut himpunan, perubahan hanya dilakukan pada penulisan nama HIMASISKOM yang terletak di logo. “Atribut tidak ada perubahan, namanya saja yang berubah,” tutur Ayu.

Meski begitu, tidak ada perubahan untuk jargon himpunan yang tetap menggunakan “SISKOM Satu Dulur SISKOM”. Walaupun terjadi inkonsistensi penyebutan nama, jargon tersebut tetap digunakan dengan alasan untuk mempertahankan sejarah prodi Teknik Komputer. Menurutnya, penggunaan jargon tersebut dirasa tidak akan dipermasalahkan pada administrasi birokrasi maupun proposal. “Karena biar ada yang masih tersisa dari sejarah, jargon pun tidak memiliki masalah dengan administrasi birokrasi ataupun proposal,” terang Ayu saat diwawancarai DISPLAY mengenai pengaruh perubahan nama terhadap jargon himpunan.

Perihal perubahan nama, pihak HIMATEKKOM sendiri juga telah mengonfirmasinya ke dekanat dan memberi pengumuman melalui akun resmi HIMATEKKOM. “Pengumuman sudah di share melalui OA himpunan, tepat setelah diambil keputusan perubahan nama pada sidang istimewa. Dari himpunan sendiri sudah memberitahu pihak dekanat, tapi belum sempat bertemu langsung dengan pak Edi selaku Wadek III bidang kemahasiswaan,” jelasnya. (try, nda)

sumber gambar: twitter @himatekkomub

Share It On:

1 COMMENT

Leave a Reply