DISPLAY – Hari ini (6/5), telah terselenggara rangkaian pertama untuk regional 4 dari kontes robot terbesar di Indonesia. Bertempat di GOR Pertamina Universitas Brawijaya, Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional 4 ini diikuti oleh 92 tim dari 40 Universitas yang berasal dari wilayah Jawa Timur, Bali, NTT, Maluku, dan Papua.

Ada 5 tema robot yang dilombakan dalam kontes tahun ini, yaitu Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia Berkaki (KRPAI Berkaki), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Beroda (KRSBI Beroda), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Humanoid (KRSBI Humanoid), dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). UB sendiri mengirimkan 5 tim yang sebelumnya telah melakukan seleksi internal antara lain : INVICTO (KRAI), ATOM (KRSBI Humanoid), EINSPARTAN (KRSBI Beroda), BHATARA WIJAYA (KRPAI) dan ADHIRA-ARUNA (KRSTI).

Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) yang diwakili oleh tim ATOM dari komunitas ROBOTIIK FILKOM pada cabang lomba KRSBI Humanoid hanya berhasil menempati peringkat keempat atau juara harapan setelah kalah dari tim asal Universitas Gajah Mada, ALFAROBI pada perebutan juara ketiga.

Menanggapi hasil ini, ketua tim ATOM Yoga Sukma Pradana tetap merasa bangga pada timnya meskipun hanya bisa menempati posisi keempat. “Yang penting kami bisa membanggakan Universitas Brawijaya di tingkat regional,” tambahnya. Tim yang beranggotakan Yoga Sukma Pradana, Tunggal Manda Ary Triyono, San Sayidul Akdam Agusta, dan David Chirstanto pada tim inti, serta Didik Wahyu Saputra, Govinda Dwi Kurni Sandi, dan Dwiranda Helmi Robbani pada bagian mekanik, tim ini mengakui masih banyak kendala serta kekurangan pada robotnya. “Soal komponen, programmer, dan kodingannya itu butuh setiap saat dicek satu per satu soalnya penyesuaian di lapangan itu berbeda dengan pengerjaan di ROBOTIIK,” jelas Yoga. Ketika disinggung mengenai persiapan sebelum lomba, Yoga mengatakan bahwa persiapan yang dilakukan oleh tim ATOM sendiri kurang lebih 5 bulan. “Mulai dari pengajuan barang sampai perakitan dan pengeksekusian robotnya sendiri,” ujar Yoga.

Mengenai kepastian tim ATOM akan berlaga di KRI Nasional yang akan diselengarakan di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung nanti, ketua komunitas ROBOTIIK FILKOM, Hendriawan mengatakan bahwa keputusan ada di tangan dewan juri mengenai hal ini. Namun tim ATOM masih berpeluang untuk melanjutkan perjuangannya di KRI tingkat Nasional.

KRI tingkat regional IV menempatkan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sebagai juara umum dengan perolehan 2 kali peringkat 1, 2 kali peringkat 2, dan peringkat 4 sekali. Sedangkan Universitas Brawijaya sendiri harus puas dengan perolehan sekali peringkat 1, 2 kali peringkat 2, sekali peringkat 3, dan sekali peringkat 4. (alf, rrt)

NO COMMENTS

Leave a Reply