Penerapan kembali peraturan kartu parkir dan pemberlakuan jam malam di area FILKOM pada pertengahan Mei ini menarik perhatian berbagai pihak, khususnya mahasiswa FILKOM. Pasalnya, peraturan ini kembali diterapkan tanpa adanya sosialisasi kepada mahasiswa. Peraturan ini sebenarnya merupakan peraturan lama, namun baru kembali diterapkan pekan ini, setelah adanya teguran dari pihak rektorat terkait banyaknya kasus pencurian kendaraan bermotor. “Kemarin, dari pihak rektorat sudah menemui pak Sutaryono untuk menegaskan peraturan ini. Belum dilakukan sosialisasi, karena belum adanya komplain publik mengenai ketidaktahuan peraturan ini, dan karena peraturan ini merupakan peraturan yang sudah lama ada,” terang Dhika Wirya Dipraja, S.T, staf kemahasiswaan FILKOM.

Kebijakan penutupan portal akan dilakukan setiap hari, pada pukul 21.30 WIB dimulai pekan ini. Hal ini telah ditetapkan pihak rektorat bersamaan dengan penerapan kartu parkir. Menurut Sutaryono, staf bagian umum dan perlengkapan FILKOM, akan dilakukan penutupan kedua wilayah parkir FILKOM, yaitu wilayah parkir belakang dan parkir depan. Namun untuk wilayah parkir depan belum berlaku peraturan jam malam, karena belum adanya pembangunan portal. “Mulai minggu ini, peraturan di FILKOM diperketat atas adanya teguran dari pihak universitas (rektorat, red). Pembangunan portal untuk parkir depan FILKOM akan dilakukan dalam waktu dekat,” tambahnya.

Tergembok: Portal parkir belakang FILKOM ditutup apabila melewati pukul 21.30 WIB.
Tergembok: Portal parkir belakang FILKOM ditutup apabila melewati pukul 21.30 WIB.
 Terbatas: Penampakan kartu parkir sebagai syarat untuk memarkir kendaraan di area FILKOM.
Terbatas: Penampakan kartu parkir sebagai syarat untuk memarkir kendaraan di area FILKOM.

Kebijakan kartu parkir dilakukan dengan memberikan kartu tersebut kepada mahasiswa yang akan memarkir kendaraannya, kemudian dikembalikan kepada petugas parkir saat kendaraan akan keluar. Selama jangka waktu penerapan kartu parkir di FILKOM pekan ini, beberapa mahasiswa tidak mendapatkan kartu parkir karena jumlahnya yang masih terbatas. Sutaryono menjelaskan untuk masalah kekurangan kartu parkir, pihak fakultas sedang mengusahakan pemenuhan kuota, diharapkan pekan ini tidak ada lagi mahasiswa yang parkir tanpa mendapat kartu parkir. Menurut Sutaryono, kebijakan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk mengurangi kegiatan kampus yang melebihi jam malam. Apabila ada kegiatan sampai malam, diharapkan berkoordinasi dengan pihak keamanan fakultas, sehingga tingkat pencurian kendaraan bermotor dapat dikurangi.

Belum diberlakukan sanksi bagi mahasiswa yang kehilangan kartu parkir maupun yang melewati jam malam. Akan tetapi bagi mahasiswa yang melewati jam malam, kendaraan bukan tanggung jawab pihak fakultas karena telah melewati jam kerja, yaitu pukul 21.00 WIB.

“Kartu parkir juga mulai diberlakukan lagi, untuk hukuman belum ada,” ungkap Sutaryono. Sutaryono menerangkan, pihak fakultas hanya sebagai pelaksana, peraturan ini murni dari pihak universitas. Kebijakan penutupan gerbang dan kartu parkir ini dilaksanakan oleh seluruh fakultas khususnya pada fakultas dengan wilayah parkir yang luas. (nda)

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here