DISPLAY – PEMILWA FILKOM 2018 yang digelar pada Desember 2018 lalu menghasilkan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden BEM FILKOM serta beberapa nama yang mengisi 9 bangku DPM FILKOM periode 2019/2020. Sebelumnya dalam proses pemilihan, terdapat satu calon anggota DPM FILKOM yang tidak memenuhi syarat menjadi anggota DPM FILKOM. Sidang istimewa MKBMFILKOM pun dilakukan karena belum ada mekanisme jelas yang mengatur tentang calon anggota DPM FILKOM yang tidak memenuhi syarat.

Terkait hal itu, Hrizto Hanie Del Piero selaku Koordinator DPM FILKOM periode 2018/2019 secara pribadi menyebutkan rencananya untuk segera membuat mekanisme khusus bagi calon anggota DPM yang tidak memenuhi syarat (baca juga: Lalui Sidang Istimewa, Dimitri Sah Lengkapi 9 Kursi DPM FILKOM 2019). Namun hingga periode kepengurusannya berakhir, mekanisme tersebut masih juga belum terealisasi.

Menanggapi hal ini, Hrizto menjelaskan bahwa faktor tertundanya pembuatan mekanisme tersebut adalah sulitnya mengadakan sidang pleno yang bertepatan dengan minggu terakhir perkuliahan. “Itu lupa atau seminggu mau UAS, nah itu kami benar-benar mengadakan pleno yang angkatan 2016 itu susah banget ngadain pleno, karena kesibukan masing-masing. Apalagi ada proyek akhir ya, yang 2018 kan juga pada akhir periode,” jelasnya.

Dengan berakhirnya kepengurusan DPM FILKOM 2018/2019, Hrizto berniat menyelesaikan mekanisme ini dengan memberikan beberapa case kepada DPM 2019/2020 khususnya Komisi Hukum. Alasannya, Hrizto menilai dirinya sudah tidak lagi memiliki kewenangan mengesahkan keputusan. “Saya cuman ngasih case-casenya aja, nanti dia yang milih mana yang menurutnya terbaik. Nanti mereka yang mengesahkan, kalau sekarang aku nggak bisa mengesahkan, kan bukan aku koornya,” ujar Hrizto.

Penjelasan Hrizto dibenarkan oleh  M. Rois Alhaqq selaku Ketua Komisi Hukum DPM FILKOM periode 2019/2020. Rois menjelaskan bahwa Hrizto hanya memberikan case-case tersebut tanpa ada mekanisme didalamnya. Case tersebut diberikan kepada DPM FILKOM 2019/2020 untuk ditentukan mekanisme dan Undang-Undangnya. Namun, case yang diberikan kepada DPM FILKOM periode 2018/2019 menurut Rois pun masih berupa “omongan” dan belum diberikan secara resmi dan tertulis. “Kalau dari DPM yang tahun lalu itu sudah ada casenya, sudah ngobrol juga. Kemarin cuman ada buka omongan kalau bakal ada case kayak gini, nanti dari DPM tahun lalu ngasih case ke kita temen-temen DPM. Nah DPM yang sekarang nanti itu milih case yang terbaik buat dibikin mekanisme atau UU itu yang mana,” ujar Rois. Handita Anya Prameswari selaku Koordinator DPM FILKOM periode 2019/2020 mengatakan hal serupa. “Untuk masalah mekanisme itu sudah ada omongan, tetapi belum sampai ke aku yang benar-benar ini loh mekanismenya. Penjabarannya belum ada, namun kalau omongan draft mekanisme itu ada,” paparnya.

Rois akan terus berkoordinasi dengan DPM FILKOM 2018/2019 terkait kejelasan dan ketetapan mekanisme sebelum PEMILWA selanjutnya tiba. “Kalau untuk selesai, pastinya sebelum PEMILWA. Nanti sebelum PEMILWA, DPM bakal ngasih UU PEMILWAnya,” ujar Rois.  Namun sedikit berbeda dengan Rois, Anya mengaku ia tidak memberikan tenggat waktu kepada DPM FILKOM 2018/2019 karena menurutnya hal ini adalah tanggung jawab dari DPM FILKOM 2018/2019. “Tentunya aku follow up nanti. Itu kan janjinya mas Hrizto, harusnya emang dia sih yang harus bertanggung jawab ya, itu sih harus dia yang ngasih ke kita, kita tinggal nunggu aja dari dia,” terangnya.

Anya juga menjelaskan bahwa seharusnya mekanisme ini perlu dibahas dalam rapat oleh DPM FILKOM periode 2018/2019 dan juga DPM FILKOM periode 2019/2020, untuk menemukan kesepakatan yang kemudian dibawa menuju MKBMFILKOM untuk dimusyawarahkan dan disetujui bersama. Ia kemudian menambahkan, jika memang mekanisme sudah terbentuk maka permasalahan serupa tidak akan terjadi lagi di kemudian hari karena sudah terdapat mekanisme yang sudah disepakati bersama oleh MKBMFILKOM. “Kalau memang terjadi kejadian lagi, kan sudah ada mekanismenya kayak gini, kan sudah disepakati oleh seluruh MKBMFILKOM seperti itu,” tutup Anya. (bai, rd)

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here