DISPLAY – Gedung-gedung Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) yang saat ini berdiri, beberapa di antaranya merupakan bekas Politeknik. Kondisi gedung tua yang sudah bermasalah menjadi alasan FILKOM untuk melakukan pemugaran. Salah satu permasalahan yang terjadi adalah kondisi atap gedung yang sudah keropos seperti yang dipaparkan oleh Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan, Suprapto. ”Peninggalan Politeknik, beberapa masih lantai satu. Kemudian ada beberapa atapnya sudah keropos. Memang sudah pakai baja ya, tapi beberapa plafon itu sudah bermasalah,” ujarnya.

Terdapat tiga gedung eks Politeknik di antaranya Gedung C, B dan D. Namun rencana pembongkaran akan dilakukan terlebih dahulu pada Gedung D yang menjadi basis kesekretariatan lembaga mahasiswa. Menurut Suprapto, hal ini dikarenakan pertimbangan urgensinya yang paling memungkinkan jika dibandingkan dengan dua gedung lainnya. “Kalau Gedung C dibongkar, Gedung C masih dua pengguna, FILKOM dan FKG, jadi tidak bisa. Kalau gedung B itu hanya untuk lab dan server. itu belum bisa kita perbaiki karena menunggu gedung baru jadi. Sehingga nanti labnya pindah atau servernya kita pindah ke gedung baru. Nah yang paling memungkinkan adalah Gedung D. Karena dengan banyaknya himpunan, jurusan, LSO” jelasnya.

Selain kondisi bangunan yang sudah bermasalah, alasan lain pembongkaran adalah membangun ulang Gedung D untuk mengakomodasi koordinasi antar lembaga kedepannya. ”Fungsionalitasnya biar bisa kita akomodasi semua kegiatan kemahasiswaan. Sekarang kan lantai satu kesannya basecamp saja. Untuk ruang rapat, mungkin ruang koordinasi itu kadang pakai ruang kelas, nggak maksimal,” jelasnya.

Menurut Suprapto, Gedung D akan dipugar menjadi empat hingga lima lantai. ”Akhirnya ada ide Gedung D dirobohkan kemudian dibangun empat atau lima lantai,” terangnya. Sementara itu untuk jam operasional penggunaan gedung kedepannya menyesuaikan dengan kebijakan pimpinan. “terkait jam malam dan seterusnya ini kan kebijakan pimpinan secara umum ya, kita hanya menyediakan fasilitas sesuai dengan jam kerja atau batas jam sembilan malam,” imbuhnya.

Pemugaran akan mulai dilaksanakan pada awal tahun 2020 dengan jangka waktu pembangunan sekitar satu tahun, sesuai anggaran yang telah ditetapkan.”Tahun depan kita mengadakan proyek untuk pembangunan gedung mahasiswa. Waktu satu tahun sesuai anggaran. Akhir tahun ini kita sudah koordinasikan dengan perancang, rencana bentuknya seperti apa. Awal tahun kita masukkan ke tender Unit Layanan Pengadaan (ULP), kemudian dilelangkan. Kalau gedung ini sampai selesai biasanya butuh waktu 6-8 bulan. Mei tender, Juni-Desember mulai pengerjaan.” jelas Suprapto.

 

 

 

 

Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan LPM DISPLAY terhadap 31 mahasiswa FILKOM, terdapat 71% atau setara dengan 22 mahasiswa mengetahui rencana pemugaran Gedung D. Sementara itu terdapat 96,8% atau 30 mahasiswa setuju dengan rencana tersebut. Seperti halnya Dwi Rama Malawat, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika 2015 yang menganggap Gedung D telah mencapai masanya untuk kemudian dilakukan perbaikan kembali. “Gedungnya sudah bisa dibilang gedung tua dan tidak terawat, sudah banyak retakan, warna dinding sudah pudar, pintu-pintu gedungnya juga sudah karatan, bocor. Akhir-akhir ini telah muncul berita di mana salah satu ruangan lembaga jebol karena hujan.” ujarnya.

Di sisi lain Ketua Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF), Bayu Aji Firmansyah mengungkapkan untuk rencana pemugaran tersebut perlu melibatkan mahasiswa dalam hal desain serta fungsionalitasnya.”Memang perlu diperbarui kembali dengan catatan mahasiswa secara umum (bukan hanya perwakilan lembaga, red) dilibatkan dalam perencanaan design dan fungsionalitasnya,” tandasnya. Selanjutnya Bayu mengatakan bahwa fasilitas, akses hingga keamanan gedung yang nantinya akan digunakan sebagai kesekretariatan lembaga sementara juga patut diperhatikan dekanat. “Selain itu pemindahan secara sementara sekretariat kelembagaan yang berada pada Gedung D harus diperhatikan baik-baik oleh dekanat terkait fasilitas, keterbukaan akses, dan keamanan.” tuturnya.

Selama dilakukan pemugaran Gedung D, kesekretariatan lembaga mahasiswa akan dipindahkan ke Gedung C. “Sekretariat kemungkinan bisa di Gedung C atau di Gedung A untuk sementara. Nanti kita koordinasikan lagi,” jelasnya. Menyusul wacana pemindahan kesekretariatan lembaga ke Gedung C, menurut Suprapto ruangan pembelajaran mahasiswa Pendidikan Vokasi UB rencananya dialihkan ke gedung lain. “Gedung C itu sebenarnya sekarang tidak ada pembelajaran, namun dipinjam oleh vokasi. Vokasi itu kan ada prodi D3 Teknik Komputer atau Teknologi Informasi ya. Karena Vokasi itu nginduknya ke fakultas yang bersesuaian maka menginduknya ke FILKOM. Mereka bisa pindah Gedung A atau seperti apa,” tambah Suprapto.

Suprapto juga menegaskan pembangunan ulang Gedung D akan dilaksanakan setelah rektor menyetujuinya. Hal ini dikarenakan adanya dua pertimbangan pemugaran, Gedung D atau Gedung C. “Ini kan baru ide, tergantung nanti Bapak Rektor mau menyetujui yang mana. Apakah tetap gedung kemahasiswaan atau Gedung C setelah diserah terimakan ke FILKOM. Kalau dari sisi luas, itu sebenarnya luas Gedung C.” tutupnya. (nh)

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here