DISPLAY – Mendekati penghujung tahun, mulai kembali timbul hangatnya nuansa pesta demokrasi mahasiswa FILKOM yang akan disalurkan melalui Pemilihan Wakil Mahasiswa (PEMILWA). Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan PEMILWA tahun ini diwacanakan akan dilakukan secara serentak oleh semua fakultas. Hal ini pun dibenarkan oleh Falih Gozi selaku Koordinator DPM FILKOM. “Memang ada wacana dari Pak Wakil Rektor 3 itu untuk PEMILWA serentak pada tanggal 29 November, kalau tidak salah. Terus ada kumpul mengenai pembahasan itu, waktu itu yang diundang dari Koordinator atau Ketua DPM se-UB, lalu ada Wakil Dekan 3 se-UB dan Pak Wakil Rektor 3 sendiri untuk membahas soal PEMIRA,” ungkapnya. Wacana PEMILWA serentak sendiri didasari oleh instruksi dari pihak rektor untuk melakukan efisiensi dana terkait kegiatan mahasiswa, serta untuk meningkatkan euforia mahasiswa.

Menanggapi hal tersebut, DPM dari tiap-tiap fakultas memberi respon yang beragam. Seperti halnya Fakultas Teknik yang tidak mengikuti PEMILWA serentak karena telah melakukan pemilihan terlebih dahulu secara musyawarah. FILKOM sendiri menjadi salah satu fakultas yang belum bisa mengindahkan wacana untuk melaksanakan PEMILWA secara serentak.

Tidak turut sertanya FILKOM dalam PEMILWA serentak bukanlah tanpa alasan. Perbedaan budaya serta kesiapan dalam pelaksanaan menjadi faktor mengapa FILKOM cenderung untuk tidak mengikuti PEMILWA serentak. “Kita ada panitia sendiri dan timeline kita juga sebenarnya ketika dibarengin akan menimbulkan kebingungan-kebingungan. Jadi panitia baru terbentuk, terus dikejar dengan entah itu sounding pemilwa, sosialisasi, lalu agenda-agenda rangkaian acaranya. Itu yang membuat kami berfikir ulang, kiranya kalau misalkan bergabung atau tidak itu bagaimana sih positif negatifnya. Tapi sampai saat ini cenderung tidak untuk bergabung,” ujarnya.

Keputusan tersebut untungnya tidak mendapat permasalahan dari pihak dekanat FILKOM. “Kita bersyukur atas yang Pak Edy bilang, bahwa Pak Edy tidak mempermasalahkan itu. Jadi beliau mendukung apa yang kiranya itu positif dari mahasiswa, jadi apapun keputusannya dikembalikan lagi pada mahasiswa. Jadi setelah kita komunikasi akhirnya disepakati tanggal 6 Desember, tanpa beliau memaksakan untuk ikut serentak,” jelasnya.

Untuk mekanisme PEMILWA FILKOM sendiri terdapat beberapa persyaratan seperti KTM pendukung untuk pencalonan DPM sejumlah 50 KTM mahasiswa aktif. Sementara untuk persyaratan KTM pencalonan Presiden dan Wakil Presiden BEM sejumlah 175 KTM mahasiswa aktif, dimana diharuskan terdapat minimal 1 KTM dari tiap prodi. Serta tidak diperkenankan menggunakan KTM anggota DPM, anggota BEM dan Panitia Pengawas PEMILWA. Untuk memperebutkan 9 kursi DPM, minimal terdapat satu calon yang mewakili dari tiap prodi dan para calon akan dinyatakan sah jika mendapatkan 50 suara.

Terkait permasalahan aklamasi, Falih menuturkan beberapa mekanisme baru. “Ketika terjadi aklamasi, minimal suara yang didapat sejumlah persyaratan KTM yaitu 50, kalau kurang dari 50 akan dilakukan pemilihan ulang.“ ucapnya. “Pokoknya patokannya kalau misalkan sudah kita lakukan (pemilihan ulang, red) tidak berhasil, ya kembali kepada kedaulatan mahasiswa kita yaitu ke MKBM,” tambahnya.

Upaya seperti sounding serta sosialisasi persyaratan calon dan undang-undang PEMILWA juga akan gencar dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya aklamasi. Seperti Sosialisasi PEMILWA yang dilaksanakan pada hari ini (7/11). Untuk pengambilan form bagi mahasiswa yang ingin mencalonkan akan dilaksanakan mulai dari tanggal 8 November hingga 12 November pukul 08.00-16.00 WIB di gedung D1.5. Serta untuk pengembalian form dapat diserahkan pada tanggal 12 November hingga 14 November pada waktu dan tempat yang sama. Jika hingga tahap pengembalian form jumlah mahasiswa yang mencalonkan diri kurang dari jumlah kursi DPM atau hanya ada 1 pasang calon presiden dan wakil presiden BEM maka tahap pendaftaran akan diperpanjang hingga 16 November pada waktu dan tempat yang sama. (aa)

Sumber gambar : line/Pemilwa Filkom 2017

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here