DISPLAY – Spanduk yang bertuliskan “Pak Dekan saya Butuh AUTAN” terpasang di gedung D Kemahasiswaan pada Selasa (25/4) kemarin. Pemasangan spanduk propaganda ini dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Brawijaya (AMB). Diakui oleh seorang anggota AMB yang tidak ingin disebutkan namanya, hal ini dilakukan sebagai langkah awal menuju aksi pada tanggal 2 Mei 2017 nanti. “Salah satunya menyebar propaganda. Melalui itu tadi itu medianya,” jelasnya.

Singkat cerita, spanduk tersebut menjelaskan kondisi terkini gazebo dan gedung D Kemahasiswaan FILKOM pada malam hari. Serangan nyamuk mengusik mahasiswa yang beraktivitas di sana, “Masa mau di biarin terus, apa nunggu satu fakultas kena DB (demam berdarah, red) semua baru diantisipasi,” keluhnya.

Namun pada Rabu (26/4), spanduk tersebut sudah dilepas oleh orang yang tidak diketahui. “Ndak tahu, saya tadi malam tidur dan bangun-bangun (spanduk, red) sudah gak ada,” terangnya. Pasca penurunan spanduk, poster propaganda yang lain pun muncul. Seperti contohnya, poster yang tertempel di tiang gazebo depan panggung FILKOM. Poster tersebut secara tersirat menjelaskan bahwa biaya pendidikan di FILKOM tidak sebanding dengan fasilitas yang diperoleh mahasiswanya, “Karena FILKOM juga termasuk UKT termahal ketiga di UB dengan fasilitas yang insyaAllah paling rendah se-UB,” ujarnya.

Lebih lanjut, anggota AMB ini menjelaskan bahwa propaganda yang beredar merupakan masalah-masalah yang bersinggungan langsung dengan mahasiswa FILKOM. “Yang kita angkat sebenarnya adalah feedback yang kurang atau bahasa lainnya UKT kita gak worth it lah,” ucapnya.

Tak hanya di FILKOM, spanduk propaganda juga muncul di gerbang masuk UB, tepatnya di gerbang MT Haryono. Ia menjelaskan pemasangan spanduk di lokasi tersebut dilakukan karena menjadi tempat lalu lalang banyak orang. “Untuk pencerdasan, bagaimana sebenarnya mahasiswa/masyarakat tahu kalau ada masalah,” pungkasnya. (ras)

 

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here