DISPLAY – Berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) No. 377/SK/BAN-PT/Akred/S/IX/2014, Pogram Studi (Prodi) Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (SI FILKOM UB) terakreditasi dengan peringkat akreditasi B. Keputusan yang berlaku selama 5 tahun tersebut akan berakhir pada tanggal 26 September 2019. Untuk itu, Prodi SI saat ini sedang mempersiapkan kembali akreditasi ulang. Menurut Yusi Tyroni Mursityo selaku Ketua Prodi SI, proses akreditasi sudah mulai dilaksanakan sejak semester ganjil tahun 2018.

Pengerjaan proses akreditasi ulang tersebut dilaksanakan oleh Unit Jaminan Mutu prodi SI dengan memperhatikan kelengkapan dokumen yang dibutuhkan selama proses akreditasi. “Untuk proses audit, seperti ini pengerjaannya ada di sana, kelengkapan dokumen dan lain-lain,” terang Yusi. Ia menambahkan bahwa proses ini sudah dilakukan dengan target untuk mendapatkan akreditasi kembali sebelum masa berakhir akreditasi sebelumnya. “Mulai dikerjakan tujuannya mencapai target, untuk re-akreditasi, targetnya kemarin sebelum akreditasi SI sendiri habis,” tambahnya.

Proses akreditasi ulang ini dapat mempengaruhi ijazah mahasiswa Prodi SI yang ingin lulus pada tahun ini. Pihak Jurusan SI masih belum menerima informasi mengenai tanggal kunjungan dan penilaian dari BAN-PT. Sehingga dikhawatirkan hasil penilaian akreditasi ulang tidak kunjung turun dan menyebabkan jurusan tidak bisa menyertakan nilai akreditasi pada ijazah mahasiswa yang lulus. Yusi menjelaskan akan terjadi keadaan dimana akhirnya mahasiswa hanya bisa menerima nilai akreditasi universitas saja. “Yang menentukan kan dari BAN-PT, kapan divisitasi, kapan dinilai, kapan nilainya keluar, itu kan butuh proses, butuh waktu, kan nggak mungkin sehari dua hari akan selesai seperti itu, untuk berjaga-jaga supaya saat ini sedang skripsi, kalau bisa semester ini selesai, kalau nanti semakin panjang, kira-kira gimana, nggak dapat akreditasi,” jelas Yusi. Maka dari itu Yusi menyarankan agar mahasiswa yang ingin lulus semester ini dapat menyelesaikan yudisium pada bulan Agustus, sebelum proses penilaian akreditasi ulang dilakukan. “Yudisium harus pada bulan Agustus, karena pertengahan September tanggal akreditasi expired,” ungkapnya.

Selain mendapatkan akreditasi jurusan, himbauan ini juga dimaksudkan agar mahasiswa terpicu untuk menyelesaikan skripsi lebih cepat, karena dalam penilaian akreditasi ini juga dipertimbangkan aspek kelulusan, “Mahasiswa jadi kalau misalkan menjaga mutunya supaya bisa baik ya mahasiswanya bisa lulus dalam waktu 4 tahun, bagaimana caranya mahasiswa SI tuh bisa lulus 4 tahun, ini akan meningkatkan nilai, ya bisa menjaga mutu,” jelas Yusi.

Yusi juga menjelaskan peran mahasiswa untuk menentukan hasil akreditasi ini sangatlah diperlukan. “Kalau memang kita pengin nantinya kita dapat A, mahasiswanya juga, bagaimana kita menjaga mutu mahasiswa kita lulus tidak terlalu lama,” jelasnya. Yusi menambahkan bahwa mahasiswa kuliah tidak hanya untuk sekadar lulus tapi juga untuk mencari pengalaman, jadi hasil lomba pun menjadi pertimbangan dalam penilaian. Sedangkan dari sisi dosen, yang dinilai adalah aspek-aspek seperti pengabdian sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Ya kalau itu ya memang pekerjaan wajib dari dosen, Tri Dharma Perguruan Tinggi itu memang harus dipenuhi, bagaimana mereka melakukan penelitian, ya mungkin itu yang harus dibantu fakultas gimana caranya,” jelasnya.

Yusi menyebutkan bahwa proses akreditasi ulang tersebut sudah mencapai pengumpulan dokumen pendukung yang nantinya ditunjukkan ketika proses penilaian dilakukan oleh BAN-PT. Dokumen pendukung tersebut merupakan bukti fisik atas dokumen-dokumen yang sebelumnya diunggah ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Yusi juga mengatakan, pengumpulan dokumen pendukung dilakukan untuk mempermudah pencarian saat proses penilaian akreditasi. “Untuk upload ke Kemenristekdikti sudah kita ajukan, sudah diisi semua, sekarang saat ini sudah ada tim baru lagi untuk mengumpulkan dokumen-dokumen yang sudah kita isikan kemarin, untuk data pendukung, misalkan kita punya penelitian dosennya apa, penelitiannya dicari, pengabdiannya apa, data mahasiswa, prestasi, itu kan harus dicari datanya semua, ini sekarang proses pengumpulan dokumen data,” terangnya.

Yusi juga menambahkan, pengumpulan dokumen pendukung ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadhan. “Targetnya semoga sebelum Ramadhan selesai, maksudnya pengumpulan dokumen,” terangnya. Terkait peringkat akreditasi, pihaknya mengharapkan agar peringkat yang semula B, naik menjadi A. “Targetnya kita bisa pengin dapat A, karena kan sebelumnya kita kan dapatnya B, harapannya kita bisa mendapatkan nilai akreditasi A,” tutupnya. (bns, dc)

 

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here