Bagi yang sering menggunakan fasilitas kampus di sekitar Gedung D FILKOM, baik di kantin, gazebo  atau di LSO-LSO, pasti bukan hal aneh jika melihat banyak mahasiswa baru yang mondar mandir. Tapi ada pemandangan langka yang ditunjukkan salah satu mahasiswa baru atau yang biasa disebut maba. Dia memungut sambah-sampah dan mengembalikan piring-piring kotor ke penjual di kantin, pasti dalam hati kalian muncul pertanyaan, siapa sosok itu?

Baru-baru ini DISPLAY berkesempatan mengetahui sosok tersebut lebih dekat. Irfan Maulana, anak kedua dari dua bersaudara inilah yang menjadi sosok tersebut. Cowok kelahiran Surabaya, 18 September 1997 ini mengaku hal yang kita lihat selama ini, belum 1% dari yang sebenarnya ia lakukan di dalam hidupnya. Berikut hasil perbincangan penulis dengan Irfan :

Sebenarnya apasih yang sedang kamu lakukan? Semua orang tahu bahwa ada mahasiswa baru di FILKOM ini yang sering membersihkan sampah, mengembalikan piring-piring ke penjual makanan di kantin, sebenarnya kamu itu ngapain sih? 

Sebenarnya yang saya lakukan ini sebutannya voluntary, emm… seperti melakukan suatu kegiatan positif di waktu luang. Jadi yang dilakukan itu bukan hanya sekedar hobi, akan tetapi memberikan dampak positive yaitu lingkungan. Kan hobi saya banyak ya, ya kalau disini sih yang bisa saya lakukan ya bersih-bersih, mengembalikan piring, botol, dan lain-lain. Tapi kalau di SMA beda lagi..

(FYI : voluntary adalah bertindak atau melakukan dengan rela dan tanpa kendala atau mengharapkan imbalan, sumber : http://www.thefreedictionary.com/voluntary )

Saya di SMA terkenal aneh, saya pernah ngepel aula, bersih-bersih kelas sih yang paling sering, guntingin rumput, nyiram taneman pernah. Kalo berhubungan dengan hobi yang lainnya saya pernah nge-dance di aula, trus buat barang-barang yang aneh juga pernah.

Aneh? Maksudnya daur ulang?

Ya bukan daur ulang sih, pokoknya barang-barang bekas aku jadiin barang-barang yang aneh. Ada bulpen faster yang panjangnya setengah meter ada. Dulu ada juga yang minta saya bikin yel-yel juga pernah.

Kegiatan selain kuliah apa?

Masih kuliah aja, organisasi belum ikut karena yang fakultas kan belum open house dan belum open recruitment juga kan.

Kalau di kosan ngapain setelah kuliah?

Kalau di kosan saya tidur, kalo nggak gitu browsing, atau masak.

Masak? Suka masak juga?

Suka, tapi nggak pake kompor, pake hitter sama rice cooker itu aja. Saya pernah bikin spaghetti pecel bolognese, itu spaghetti bumbu bolognese dan bumbu pecel, jujur enak, baru kemarin sih saya buat. Trus bikin telur rebus setengah matang. Pokonya banyaklah yang aneh-aneh, karna saya ngga suka yang mainstream.

Hobi lain apasih selain bersih-bersih dan ngedance?

Hobiku banyak. Dance, main musik, ngliatin orang alias merhatiin orang atau belajar psikologi orang, baca situasi, kadang hal itu saya rangkum jadi satu lalu saya buat laporan tersendiri, mmm bisa dibilang.. meneliti? Ya meneliti, nulis…

Sastra?

Sastra iya, saya suka bikin puisi mbeling, banyak di facebook saya Irfan Maulana GotAsperger

Punya blog nggak?

Emm enggak, jujur saya kurang tertarik soalnya waktunya juga sih yang gak ada

Pernah ikut lomba-lomba gitu nggak?

Kalo lomba-lomba sih seringnya ikut band, sebagai keyboardist, tapi ya nggak seberapa ahli sih

Pernah dapet juara?

Pernah. Pertama kali juara 3 di Lomba Dinas Pendidikan Surabaya di THR Taman Hiburan Remaja, terus juara favorit di lombanya Telkomsel, Juara 2 di Kompas Kampus Expo yang tahun pertamanya, lalu Juara 1 di Kompas Kampus Expo pada tahun berikutnya, lalu juara 1 di Itunes di BG junction.

Wah itu sih ahli… itu kamu sekolah atau otodidak?

Hehe tapi saya sendiri ngrasa nggak ahli, saya dulu belajar piano di Purwacaraka tapi cuma sampai grade satu lalu keluar soalnya mau fokus ke UN, tapi hasilnya tetap saja masuk SMA swasta SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya hehe ya begitulah, tapi nggak apa-apa karena akhirnya saya bisa kuliah di PTN kan.

Pernah ikut organisasi apa di SMA dulu?

Saya pernah terlibat dalam pembuatan majalah di SMA, di bagian desain grafis, saya memberi ide-idenya bukan pengeksekusinya.

Disini aku menyimpulkan kamu itu orangnya pokoknya lakuin semua yang positif aja, apa kata orang nanti terserahlah yang penting yang kamu lakukan itu positif, bener nggak?

Nah iya bener, pokonya niat saya positive aja terserah orang nganggep gila atau apa . Sebenernya ini karena saya pernah trauma waktu SMP.

Maksudnya?

Jadi dulu waktu SD saya itu paling sering diganggu lalu mudah marah juga, akhirnya waktu SMP saya jadi pendiem, nah mungkin karena pendiem itu ya mungkin karena keajaiban atau saya diberi gift sama Yang Maha Kuasa, saya seperti diberi jalan gitu, pikiran saya mulai terbuka. SD sampai SMP kelas satu saya masih berpikir satu arah, SMP kelas dua saya baru berpikir tetap searah tapi dengan mempertimbangkan aspek lainnya, contohnya kayak orang yang tiba-tiba jatuh, pandangan pertama orang pasti apa penyebab dia jatuh kan? Apakah tersandung batu atau apa. Tapi kalau saya melihatnya, selain apa penyebab dia jatuh juga apa yang dia lakukan sebelumnya? Apakah dia main hape atau melamun.

Kalau disambungin dengan masalah sampah ini? Kamu ngelihatnya gimana? Kalo aku yang secara orang umum kan ngelihatnya ini ya gara-gara mahasiswanya yang buang sampah sembarangan, kalau kamu?

Jadi selain mahasiswanya faktor lain adalah orangtuanya, mungkin orang tuanya tidak pernah mengajarkan kebersihan. Atau bisa jadi faktor lingkungannya, jadi ya mahasiswanya seperti itu.

(FYI : Menurut Irfan dalam 1 Minggu, Fakultas Ilmu Komputer menghasilkan sampah paling sedikit 1,2 ton)

Selama kamu bersih-bersih ada nggak yang tergerak hatinya? Soalnya dari yang aku lihat pas kamu bersih-bersih anak yang lainnya hanya melihat saja?

Kalo anaknya lagi bikin tugas ya kebanyakan ikut bantu gitu, tapi kalau anaknya lagi main game.. hehe, ya saya tau lah perasaan anak itu, saya juga suka game dan orang kalau lagi main game trus ada orang yang ngebersihin mejanya dia itu bingung antara mau bantuin atau enggak, soalnya game kan ada yang gak bisa di pause, jadi ya saya maklumin itu karena saya tau sekali rasanya.

Kamu suka ngegame? Game apa?

Saya suka game music rythmic seperti OSU, DJ Max, dll. Selain itu juga suka jenis game teka-teki, seperti menyusun puzzle, kayak game-game yang menemukan sesuatu gitu, banyak deh.

Oohh yayaya… Apa tidak ada rasa gengsi sih dalam melakukan hal-hal seperti itu? Apa kamu nggak takut di cibir orang?

Saya nggak pernah kepikiran soal gengsi. Kalau cibiran sih banyak, imbas dari hal positive yang saya lakukan ini adalah dianggap aneh, trus ada juga yang jadi risih sama saya, tapi ya saya ga fokus ke itu sih, kembali lagi saya hanya melakukan hal positive, hal bermanfaat di waktu luang saya, meski resikonya dianggap aneh, karena berbuat baik di dunia kita ini sudah menjadi hal yang aneh. Hehe

Cara melawan gengsi itu gimana sih?

Cara melawan gengsi itu adalah menganggap semua orang setara, jangan malu. Orang gengsi itu kayak orang sedang di podium, nggak mau melakukan suatu kesalahan yang menurunkan harga dirinya,makanya orang gengsi tuh nggak mau melakukan kesalahan yang dapat menurunkan dirinya. Mungkin ini efek orang tua juga, orang tua kan sering memuji kita karena hasil, bukan proses. Secara otomatis kita tidak mau melakukan sesuatu yang dapat merendahkan diri kita. Jadi kalau misal sudah dipuji wah nilainya bagus, 90 misalnya, mau nggak mau kita berusaha agar citra kita gak boleh turun, entah nyontoh entah apa yang penting hasilnya ga boleh turun, nah dari situlah orang-orang gengsi lahir secara tidak langsung.

Trus ngatasin gengsinya ini gimana? Gimana sih caranya biar ga gengsi ngambilin sampah, bersihin lingkungan?

Simple. Mencoba berada di posisi orang lain itu. Dalam hal ini, kita harus tau gimana rasanya jadi pemulung yang ngambilin sampah, gimana rasanya saat kita mulung ada aja yang masih buang sembarangan.

Oo jadi kita harus mencoba merasakan apa yang mereka rasakan ya?

Bukan hanya merasa karena perasaan bisa berubah, tapi harus mengalami, pengalaman kan gak bisa berubah.

Oke oke.. mm.. moto hidup kamu apa?

Motto hidup “Melakukan sesuatu yang berbeda tapi bermanfaat”

Kalau impian kamu?

Kalau impian saya yang paling utama adalah membahagiakan ortu terutama mama, impian yang kedua dapat dikenal seluruh Indonesia itu membuktikan kalau saya gak lemah gak sekedar melakukan hal yang aneh tapi saya punya maksud

Bahagia menurut kamu?

Saya bahagia kalau lihat orang lain senang. Jadi saya berbuat yang aneh-aneh juga karena pengen buat orang lain seneng, buat orang lain senyum itu seneng, pokoknya seneng lah kalo bisa membuat orang lain bahagia

Terakhir nih pesan untuk pembaca…?

Untuk memulai sebuah perubahan, kita harus memulai dari diri sendiri, Hanya dengan memasukkan sampah ke tempat sampah. Kalau memang kamu nggak mampu untuk membuangnya, maka masukkanlah ke kantongmu. Kalo tidak kuat masukkan ke dalam kresek, maka akan terlihat oleh orang lain dan mudah untuk diambil

 

(Yayi & Ayin)