Segudang pengalaman patut disematkan ketika membicarakan salah satu mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi FILKOM UB angkatan 2017, Muhammad Syarifuddin. Dua tahun menapaki bangku perkuliahan, mahasiswa berprestasi yang akrab disapa Syarif ini telah mengikuti kurang lebih 19 perlombaan. 14 diantaranya mendapat predikat sebagai finalis atau pemenang. Motivasinya adalah menorehkan namanya di jajaran peserta PIMNAS. Akan tetapi dengan semua prestasi tersebut, Syarif tetap rendah hati dan ramah, seperti itulah kesan pertama saat Tim DISPLAY menemui Syarif. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Yuk langsung saja simak hasil bincang-bincang kami dengan Syarif!

Apa sih yang memotivasi Syarif untuk mengikuti berbagai perlombaan yang selama ini Syarif ikuti?

Karena saya pengen ikut PIMNAS, Mbak.

Adakah orang yang memotivasi Syarif untuk mengikuti berbagai perlombaan yang selama ini Syarif ikuti?

Orangtua pastinya, Mbak. Dan Mbak Ani Rianti, kakak tingkat saya dari SMA, Mbak. Mbak Ani dari FTP angkatan 2013 yang menang PIMNAS itu lho, yang membuat minyak dari serangga.

Apakah dari saat masa sekolah dulu kamu memang sudah suka mengikuti banyak perlombaan?

Waktu SMK ikut OSIS, Pramuka, lomba bahasa Inggris, Matematika. Waktu SMK dulu nggak pernah ikut lomba karya ilmiah.

Gimana sih Syarif mengatur waktu agar selain berprestasi dalam lomba, juga agar tidak mengganggu perkuliahan Syarief?

Awalnya pasti keteteran ya, Mbak. Terus semester 3 ini sudah mulai mengatur jadwal. Jadwal lomba itu kan Sabtu-Minggu aja, Mbak. Jadi jadwalku Senin sampai Kamis untuk akademik, terus Sabtu-Minggu jadwalku untuk karya tulis dan kegiatan lainnya.

Dengan banyaknya prestasi yang sudah Syarif raih, apakah Syarif tetap akan mengikuti lomba lagi kedepannya?

Pasti dong Mbak, mau nabung di rektorat untuk tabungan masa depan.

Ada nggak tips khusus agar bisa menjadi mahasiswa berprestasi seperti Syarif?

Nggak ada sih, Mbak. Aku jalani sesuai hobiku saja, aku bergerak dari motivasi, aku seneng nulis-nulis gitu.

Syarif kan sering mengikuti lomba, ada waktu berkumpul dengan teman-teman atau chill time nggak?

Jarang sih, Mbak. Palingan di kelas saja gitu ngobrol-ngobrol. Kelasku sering ngadain nongkrong gitu, Mbak. Tapi aku nggak pernah ikut.

Dari semua lomba yang Syarif ikuti, perlombaan apa yang membuat kesan paling besar terhadap Syarif?

Waktu lomba di China sih, Mbak. Karena pengalamannya nggak bisa dilupain, ada yang ketinggalan koper, nggak bisa bahasanya. Nama perlombaannya itu International Inovation Ocean apa gitu. Aku kira ada ahli bahasanya, ternyata enggak. Kita kesana kayak orang bingung gitu. Di sana juga makanannya harus rajin-rajin searching dulu biar tahu mana yang halal mana yang nggak.

Dengar-dengar Syarif katanya pernah merasa salah jurusan, gimana Syarif mengatasi hal tersebut supaya tetap berprestasi?

Iya, banget. Aku sebenarnya mau Akuntasi di FEB itu lho, dulu. Cara aku mengatasinya ya aku kayak mengalihkan hal yang nggak aku sukai dengan hobiku, mencari kenyamanan sendiri-sendiri gitu. Jadi kayak aku enggak suka disini, gimana caranya biar aku suka dengan aku mengalihkan yang aku suka gitu. Jadi yang enggak aku suka ini ketimbun sama yang aku sukai. Kayak di sini, aku sering ikut K-RISMA, nulis-nulis. Jadi kesukaanku jadi lebih banyak di FILKOM ini.

Dengan segala pencapaian ini, ada nggak sih tujuan yang masih belum tercapai?

Itu tadi, Mbak. Ya PIMNAS.

Boleh tau nggak, sebenernya apa sih cita-cita Syarif?

Cita-cita aku berubah terus sih, Mbak. SD pengin jadi dokter, nanti jadi yang lain lagi. Kalau saat ini cita-cita aku pengen jadi dosen sih, Mbak.

Pernah merasa down nggak selama mengikuti berbagai berlombaan sebelumnya?

Ada, pertama kali ketemu anak-anak UGM, UNDIP, ITB, aku minder gitu kan. Tapi ya ternyata sama aja sih, Mbak. Setelah terbiasa, down banget sih nggak ada, tapi pesimis tetap ada sih. Awal-awal aja sih sering merasa gitu.

Syarif punya moto hidup nggak?

Ada, Mbak. “Ketika ikhtiar sudah sampai puncaknya, biarlah do’a dan takdir yang bertarung di atas langit”. Kadang aku lupa gitu sih, motoku ini, jadi aku pampangkan ke semua sosial mediaku biar aku ingat.

Bagi tips sukses ala Syarif dong?

Aku kalau ikut lomba-lomba atau ujian gitu selain usaha, semua aku serahkan sama Allah, Mbak. Ya itu semua sebagai bentuk ibadahku ke Allah.

Apa pesan Syarif terhadap teman-teman di FILKOM?

Mungkin untuk teman-teman yang merasa salah jurusan ya, Mbak. Teman-teman, ini fakultas baru, yang salah jurusan atau tidak sesuai masuk di sini, mungkin itu adalah takdir Allah yang menuju teman-teman itu menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Kan keinginan kita itu belum tentu yang terbaik, karena pilihan Allah pasti yang terbaik. Yakin deh sama Allah.(dl)

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here