Sebagai bahasa internasional, bahasa Inggris merupakan sebuah bahasa yang wajib dikuasai oleh setiap insan yang ingin menembus tingkat internasional. Bahkan di era globalisasi ini seolah batas antar negara sudah terhapuskan sehingga mau tidak mau bahasa Inggris menjadi satu-satunya bahasa untuk menyatukan setiap negara. Di FILKOM kita punya salah satu mahasiswa berprestasi dalam bidang bahasa Inggris ini yang telah mencapai kancah internasional untuk kategori public speaking dan debat bahasa Inggris. Sosok tersebut adalah Radhy Muhammad Ampera, mahasiswa jurusan Sistem Informasi 2014 yang lahir di Jakarta, 26 Agustus 1997. Yuk kita cari tahu lebih lanjut sosok Radhy lewat wawancaranya di bawah ini.

Selamat siang mas, apa kabarnya hari ini?

Ya baik-baik saja.

Kira-kira kalau hobi mas Radhy itu apa?

Hobi aku itu fotografi.

Kenapa mas hobi fotografi, sedangkan kemarin image-nya itu kan mawapres. Terus di Instagram foto-fotonya seperti orang-orang biasa. Apa udah banyak yang tau tentang hobi fotografi tersebut?

Ya karna emang aku suka fotografi. Mungkin kalo yang tau aku hobi fotografi itu anak-anak UKM aja ya jadi hanya anak FORMASI yang tau, selainnya tidak begitu sih.

Kalau untuk fotografi sendiri, mas Radhy udah sampai seperti apa sih mas membawa hobi itu?

Kalau fotografi itu aku belum sampai gimana-gimana sih, beda sama anak-anak lain, misalnya anak-anak Optiik yang sudah profesional banget kayak bisa menangin lomba. Aku itu ya masih suka kayak hunting-hunting aja. Pengen nge-capture aja, gimana sih kehidupan sehari-hari. Orang-orang biasa yang ada di sekeliling kita, gitu aja udah.

Terus foto itu mas share di Instagram ya? Belum pernah ikut lomba gitu?

Kalau lomba aku belum pernah ikut.

Kenapa foto-foto nya itu terkait dengan orang-orang biasa, gak yang terkait dengan lingkungan sekitar?

Aku cuma foto orang-orang biasa soalnya kalau kita buka Instagram kan biasanya yang muncul model-model lah, landscape-landscape yang bagus, tempat-tempat yang bagus, padahal kan sebenarnya kehidupan gak kaya gitu kan. Ya aku hanya mau meng-capture aja gimana orang-orang biasa ini berjuang.

Ada hobi lain gak selain fotografi?

Yah hobi yang lain itu public speaking sih. Entah itu pidato bahasa Inggris atau debat bahasa Inggris.

Untuk public speaking sampai mana mas ngebawa public speaking ini? Misalnya dalam kegiatan lomba.

Kalau misalnya public speaking dan pidato bahasa Inggris aku sudah sampai di tingkat nasional sama tingkat internasional juga. Tapi tingkat internasional sampai tingkat subkategori saja.

Terus pandangan tentang public speaking itu seperti apa?

Kalau misalnya public speaking aku memang lebih duluan dari pada fotografi karena ya simply, menurutku sesuatu yang penting sih. Gimana kita bisa meyakini banyak orang dimana kita bisa confident lah di banyak orang. Selepas dari hobi atau lomba-lomba itu kenyataannya sehari-hari buat kuliah (seperti, red) buat presentasi makanya aku mendalami begitu sih.

Kan tadi mas udah mahir di bidang debat bahasa Inggris. Terus kalau debat bahasa Indonesia gimana?

Sebenarnya sama aja. Tapi, kalo debat bahasa Indonesia tidak terbiasa saja kata-kata dan ya emang tidak terbiasa saja belum pernah mengikuti lomba debat bahasa Indonesia.

Bisa asal-muasal suka bahasa Inggris itu gimana sih? Kan banyak nih anak-anak muda sekarang kayak gak suka bahasa Inggris gitu? Gimana bisa mahir dalam bahasa Inggris?

Kalau aku kebetulan emang masa kecil aku di luar, jadi aku memang ke-expose langsung dengan bahasa Inggris tapi itu bukan berarti satu-satu cara kaya gitu. Soalnya aku juga ikut UKM FORMASI, jadi disitu aku lihat yang orang-orang masa kecilnya itu di desalah, pokoknya di pedalaman. Malah mereka yang bisa, gak hanya bahasa Inggris, tapi bisa ikut sampai final tingkat dunia. Ya aku udah melihat sendiri gitu ya kalo ada usaha ya bisa.

Mas di luar negeri dimana sih? Sudah sejak lahir di sana?

Di Inggris, bukan sejak lahir tapi sejak umur 2 tahun hingga 10 tahun.

Pengalaman di luar negeri gimana mas?

Gak enak kalo di luar negeri, aku masih umur 2 tahun masih hanya bisa bahasa Indonesia jadi guru aku di sana bingung aku ngomong bahasa Indonesia ke dia, karena itu guruku minta ke orang tua ku untuk tidak menggunakan bahasa Indonesia tapi bahasa Inggris. Yaudah selama 10 tahun aku ngomong bahasa Inggris aku lupa bahasa Indonesia dan pas SMP aku balik ke Indonesia aku gak bisa bahasa Indonesia dan karena kemampuan ekonomi yang terbatas aku juga masuknya di sekolah swasta yang biasa (Muhammadiyah). Nah di situ lah aku di bully. Di situlah susahnya, aku bingung diajari apa, aku bingung gimana dapat teman. Pokoknya aku gak bisa komunikasi sama orang dan mungkin itu yang bikin gak enak. Sampai setahun sudah agak bisa. Dua tahun masih ada logatnya dan sampai sekarang pun walaupun bisa bahasa Indonesia logatnya itu kadang suka ke bawa.

Selain debat dan fotografi, mas memiliki ketertarikan dimana lagi?

Ya habis itu sih mungkin ini agak lucu, yang paling bawah itu ya tentang teknologi. Ya kan anak FILKOM ya.

Maksud mas ketertarikan di bidang teknologi apa? Seperti startup mungkin?

Ya aku kadang kepikiran. Tapi ya cuma pemikiran aja sih belum direalisasikan. Ya masih mikir-mikir aja. Kayak ada masalah ini nih, coba ada solusi dari aspek teknologi pasti bisa.

Apa sih cita-cita mas?

Ya apa ya, cita-cita ya dimana di ilmu yang aku dapetin, mungkin khususnya di aspek teknologi ini gimana caranya aku bisa bantu orang-orang yang biasa-biasa aja. Yang kaya aku liat di pas fotografi itu banyak orang yang mempunyai banyak masalah yang sebenarnya kita bisa selesaiin. Ya mungkin cita-cita ku itu aja sih ya mungkin bantuin orang-orang.

Kan kemarin udah bisa menjadi mawapres juara ke-3. Itu gimana sih mas supaya bisa jadi mawapres?

Jadi untuk menjadi mawapres itu ternyata panjang dan sebenarnya dimulai dari kalian semester 1. Ya kan itu pokoknya masalahnya dilihat dari IPK-nya, prestasinya, dan juga karya tulis maka dari itu IPK harus dicicil dari semester 1. Prestasi juga harus dicicil dari semester 1 gitu soalnya nanti dibandingin siapa yang prestasinya paling bagus dan mana yang paling banyak.

Jadi prestasi yang mas tunjukin kemarin public speaking itu?

Iya kebetulan lomba yang aku ikutan baru itu aja.

Untuk mawapres kemarin, gimana sih tanggapan mas tentang mawapres, misal dari segi pesertanya pesaing-pesaing mas gitu?

Yang aku lihat kalau untuk menjadi mawapres itu tidak cukup IPK sama prestasi tapi juga karya tulis kita. Menurutku itu yang aku kemarin kurangnya di situ. Jadi mungkin pesanku buat FILKOM adalah kalau misalnya pengen menjadi mawapres harus belajar KTI.

Kalo menurut mas nih, dalam hal ngesiapin lomba menurut mas persiapan apa sih yang di prioritasin?

Mungkin prioritas waktu sih, ya mungkin misalkan kuliah ada proyek yang harus dipenuhi di akhir semester ya kita harus nyicil kan ya. Nah pas waktu lomba aku tidak mengalokasikan waktu untuk itu, aku sepenuhnya untuk lomba.

Untuk persiapan lomba ada gak sih untuk sehari itu habis berapa jam?

Ya pastinya ada sih, tapi tergantung lombanya juga. Untuk mahasiswa yang tugasnya banyak dan aktif di UKM untuk beneran mematok waktu itu agak susah juga. Tapi setidaknya aku latihan cuma sekali aja.

Terus sebelum lomba mas ada ritual tertentu gak? Misalnya minta maaf ke orang-orang.

Aku sebenarnya ga ada kayak gitu. Ya pokoknya persiapan, jaga kesehatan, terus berdoa. Terus yaudah lomba. Itu aja sih.

Seberapa besar dukungan orang tua?

Mayoritas orang tua kalo dengar ada kesibukan selain kuliah maka pasti pandangan nya ga bagus kan, kayak ngapain sih lomba-lomba terus soalnya mereka khawatir kuliah nya terbengkalai. Mungkin ya itu aku harus selalu ngeyakinin orang tua aku kalo misalnya gak harus salah satu itu bisa dua-duanya (dilakukan, red). Kadang kalo aku lagi lomba ya mereka nasihatin supaya kuliah nya (tidak, red) terganggu.

Terus selain ikut lomba, mas pernah gak ikut kepanitiaan?

Kalo kepanitiaan sih banyak aku saat ini ketua umum FORMASI. Sebelumnya 3 tahun yang lalu aku udah banyak kepanitiaan seperti staf dan koordinator. Aku ya banyak kepanitiaan dari mungkin diklat anak FORMASI ataupun juga lomba nasional buat anak-anak SMA kami juga ngadain setahun sekali.

Mas sendiri aktif di LSO atau UKM apa aja sih?

Aku LSO tidak ada, tapi aku aktif di UKM FORMASI.

Gimana pandangan terhadap FORMASI dan anggota di dalamnya?

Mungkin yang membedakan FILKOM dengan FORMASI adalah didorong untuk berprestasi kayak sebulan bisa ada 2 lomba, beberapa bulan bisa banyak lomba dan itu ya mendorong kita untuk menjadi kompetitif sedangkan di FILKOM menurut ku adanya unsur kompetitifnya itu gak ada di FILKOM kayak ya kita kuliah-kuliah aja, untuk lomba itu gak begitu sering infonya dan untuk dibantu sama FILKOM pun juga menurut ku masih kurang banget sih. Kalo di FORMASI dikit-dikit ada lomba kita langsung latihan sebulan sebelumnya, kita seleksi, terus setelah itu kita latihan selama sebulan.

Selain kuliah dan FORMASI aktif apa lagi? Mungkin kerja?

Kalau kerja aku belum. Tapi aku semester lalu sama semester ini juga ikut menjadi relawan untuk turun tangan di Malang. Jadi kami ke SD di Karangploso dan ngadain acara eskul untuk mereka. Jadi kaya ada ngajar bahasa Inggris, main bola, voli, ada juga yang menggambar. Nah karna hobiku fotografi aku bantu untuk mendokumentasikan hal itu. Terus yang kedua juga sama tapi fokusnya ke kesehatan anak-anak SD. Jadi kemarin ngajarin caranya cuci tangan, hal-hal basic kaya gitu.

IP mas Radhy kan bagus nih, kira-kira apa sih tips nya?

Emang harus serius kalau ujian kalo materinya banyak dan kamu belum baca semuanya ya jangan tidur, aku ingat pas SISOP materi banyak kebetulan aku lomba dalam seminggu dan aku ketinggalan materi dan ya pas (sebelum, red) ujian aku gak tidur. Ujian jam 7 pagi aku gak tidur untuk baca materi dibantu dengan kopi.

Apa sih yang udah mas persiapkan untuk masa depan?

Ya mungkin nyambung ke public speaking sih. Alhamdulilah, dengan public speaking bisa dapat beberapa relasi. Ya aku bisa kenal banyak orang dan semakin banyak orang dikenal kan semakin banyak dampaknya di (masa depan, red) nantinya. Mungkin itu yang kupersiapin.

Ok, sepertinya sudah banyak nih yang kita tau tentang mas Radhy. Terima kasih mas buat waktunya, semoga dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi teman-teman mahasiswa lainya.

Ya amin, sama-sama.

Oh iya, untuk teman-teman yang penasaran apa aja sih prestasi yang udah diraih oleh Radhy, berikut beberapa deretan prestasi yang telah diperoleh olehnya :

1) Juara 1 Varsity Speech ALSA UI 19th English Competition

2) Best Humourous Speech AEO (Asian English Olympics) 2015 di Binus

3) Top 10 Speakers English Fiesta 2016

4) Speech Competition 2nd E. COM 2016

 

Sumber foto : dokumentasi pribadi (frl)

Share It On:

NO COMMENTS

Leave a Reply