Bagi mahasiswa baru 2016, nama Akbaruddin atau sering dipanggil Akbar tentu sudah tidak asing lagi. Ya, dialah sosok dibalik kesuksesan serangkaian acara Raja Brawijaya 2016. Dengan beredarnya isu miring tentang FILKOM yang dicap sebagai mahasiswa “apatis” oleh beberapa mahasiswa fakultas lain, Akbar mematahkan isu tersebut dengan berdedikasi sebagai Ketua pelaksana dalam acara terbesar di Universitas Brawijaya. Sosok sederhana yang dikenal sangat ramah dengan orang-orang disekitar, dan mempunyai begitu banyak aktivitas diluar akademik. Kali ini DISPLAY berkesempatan untuk mengenal lebih jauh tentang sosok Akbar dengan perjuangannya untuk mensukseskan serangkaian acara Raja Brawijaya 2016.

Selamat sore mas. Apa kabar?

Sore juga, kabar baik.

Sebelumnya boleh perkenalkan diri dulu mas.

Baik, nama saya Akbaruddin dari Fakultas Ilmu Komputer jurusan Teknik Komputer angkatan 2014. Saya sebagai Ketua Pelaksana Raja Brawijaya 2016.

Kesibukan yang saat ini dijalani mas Akbar apa saja?

Kesibukan saat ini banyak sekali ya. Selain terkait akademik, juga ngurusi Raja.

Denger-denger mas sudah mengikuti beberapa kepanitiaan dan organisasi. Apa saja sih mas?

Kalau di FILKOM kemarin tahun 2015, menjadi Ketua Pelaksana Pemilwa. Selain itu juga ikut acara jurusan Robonation, dimana ini acaranya pengabdian di sekolah-sekolah SMK dan SMA sederajat. Setelah itu, kemarin juga sempat ada acara BES, itu memperkenalkan Sistem Komputer kayak sebuah pameran dari karya-karya Sistem Komputer istilahnya untuk memperkenalkan Sistem Komputer.

Pernah jadi pendamping juga, ya mas?

 Iya, saya tahun kemarin juga sebagai pendamping acaranya fakultas PK2MABA.

Kalau sekarang, sedang sibuk di organisasi apa saja mas?

Kalau sekarang organisasi yang diikuti di FILKOM sendiri, saya ikut Raion terus di universitas nya ikut Riset dan Karya Ilmiah Mahasiswa.

Dengan banyaknya organisasi dan menjadi Ketua pelaksana Raja saat ini, pernah nggak sih mas bentrok satu sama lain?

Kalau bentrok jadwalnya terkadang memang ada. Ketika memang dijadwalkan rapat di RKIM dan kebetulan juga ada rapat di Panitia Raja, memang sering bentrok juga. Cuman ya kita ngambil prioritas aja, lebih dibutuhkan yang mana. Sebagai Ketua pelaksana lebih prioritas kan ke Raja, karna tanggung jawab saya lebih berat disana.

Itu terkait dengan organisasi, kalau akademik bagaimana mengatur waktunya mas Akbar?

Untuk akademik lumayan terkendala. Ya tapi bagaimana lagi, ini adalah sebuah kewajiban dan tanggung jawab. Sebagai mahasiswa tentunya ya ikut prosedur dengan baik, ikut melaksanakan project dan sebagainya ikut akademik. Jadi mau tidak mau akademik dan organisasi ini tetap saya lakukan dan saya kerjakan dua-duanya. Kalau ditanyakan kerepotan, ya gimana kita membagi waktunya. Bisa jadi bukan organisasi atau bukan kepanitiaan atau bukan akademik yang kita korbankan,  tapi bisa jadi waktu istirahat kita yang kita korbankan.

Bagaimana ceritanya mas Akbar bisa jadi Ketua pelaksana Raja?

Ini rekomendasi dan keputusan dari Menko dan menterinya dari EM pusat. Disitu saya dipanggil, ditanya kesiapan saya, dan disitu saya presentasi terkait gambaran saya menjadi Ketua Pelaksana Raja seperti apa dihadapan Kementerian EM dan SC Raja Brawijaya 2016. Jadi disitu ada beberapa proses, tidak langsung saya menjadi Ketua pelaksana.

Apa ada kandidat lain selain mas Akbar untuk menjadi Ketua pelaksana?

Tidak mengajukan diri sendiri dan tidak ada kandidat-kandidatnya. Memang direkomendadikan dari SC dan EM pusat.

Kesulitan apa yang mas Akbar hadapi saat presentasi di hadapan EM?

Kalau masalah kesulitan, ya memang ini cuman penjelasan secara umum saja gambarannya kita sebagai Ketua pelaksana. Pertanyaan-pertanyaan yang sangat mendasar terkait kepemimpinan, bagaimana kita mengatur waktu dan sebagainya, terus bagaimana persiapan kita nantinya. Istilahnya lebih ke persiapan nantinya menjadi Ketua pelaksana seperti apa, ya dasar-dasarnya saja.

Sebelumnya tahu nggak, kalau mas Akbar direkomendasikan menjadi Ketua pelaksana?

Ya sebelumnya memang ada obrolan dulu antara saya dan temen-temen EM, bagaimana misalkan saya menjadi Ketua pelaksana Raja. Dari saya pribadi ya silahkan, tapi saya tidak menawarkan diri, istilahnya mereka merekomendasikan dan saya siap saja. Kemudian mereka menjadwalkan untuk melakukan presentasi.

Kebiasaan unik dalam berorganisasi seperti apa yang membuat mas Akbar direkomendasikan menjadi Ketua pelaksana?

Ketika saya memimpin, saya orangnya memang santai dan selalu gerak cepat. Yang penting apa yang menjadi target saya tercapai.

Apa saja sih hobi non-akademik yang mas Akbar sukai?

 Hobi banyak sekali ya. Dibidang olahraga saya suka futsal juga, seneng main voli juga sama travelling.

Dengan segudang kegiatan kepanitiaan, bagaimana caranya mas Akbar mengatur waktu untuk menyalurkan hobi?

Kalau hobi bukan menjadi prioritas utama. Pasti lah setiap kegiatan itu ada waktu kosongnya, jadi buat ngisi kekosongan aja. Biasanya saya ikut dengan temen-temen FILKOM latihan voli setiap sabtu dan minggu. Dilihat semisal sabtu pagi nggak ada kegiatan ya, saya berangkat untuk latihan voli dengan temen-temen FILKOM.

Terakhir, mas Akbar apa prinsip atau motto hidup yang jadi patokan sampai sekarang ini?

Motto hidup saya, intinya bagaimana kisah perjalanan ini menjadi sebuah sejarah. Dimana orang-orang bisa mengenal saya, tentunya akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya. Selain itu juga apa yang saya lakukan ini menjadi syafaat kelak. Apa yang kita lakukan ini tidak hanya kehidupan dunia semata, tapi kelak juga akan dipertanggungjawabkan. (nell)

NO COMMENTS

Leave a Reply