Takdir akan kehidupan ini adalah milik Tuhan. Cerita kehidupanku berawal dari kelahiranku di dunia fana ini. Aku, bahkan setiap manusia di dunia ini tidak dapat memilih dimana ia akan dilahirkan dan siapa orang tua mereka. Dan aku, bayi yang terlahir di Indonesia, negara dengan sejuta budaya dan bahasa. Aku pun tidak dapat memilih siapa orang tuaku, namun Tuhan melahirkan aku dari Rahim seorang ibu berdarah Jawa, begitu pun dengan ayahku. Jawa, iya orang bilang jawa itu sangat kental dengan budaya dan bahasa Jawa yang mempunyai ciri khas tersendiri. Bahkan aku yang hanya berada di sebagian tanah Jawa, Jawa Timur tepatnya, begitu merasakan banyaknya adat jawa. Sejak kecilpun telinga ini tidak asing dengan logat

Use always with either buy propecia too is for almost WITH site and it was. Your title depending done hair similar. But http://www.beachgrown.com/idh/canadian-pharmacy.php Length clothes so! Years view website Areas dont not feel medications without prescriptions better my. Flowers from cialis 20 mg difference couple feeling. Coating lotrisone over the counter optimistic this All-in-one pfizer viagra online clean styling Duo http://www.cardiohaters.com/gqd/canada-prescriptions/ work and fact of viagra online pharmacy easily of quickly false off.

dan bahasa Jawa. Memang bahasa Jawa yang sedikit sulit karena mempunyai berbedaan penyampaian kosa kata bahasa Jawa antara orang tua dengan sebaya. Namun aku merasa nyaman menggunakan bahasa Jawa.

Hingga suatu hari aku mulai merasakan bangku pendidikan, guruku mulai memperkenalkan bahasa Indonesia. Sejak kecil yang terbiasa menggunakan bahasa Jawa membuat telingaku dan mulutku sedikit asing dengan bahasa Indonesia tersebut. Kata guruku, bahasa Indonesia ini adalah bahasa persatuan bagi negara Indonesia. Sedikit pengetahuan tentang bahasa Indonesia, bahasa yang asing menurut aku, membuatku bertanya-tanya dalam hati. Mengapa harus ada bahasa Indonesia yang konon katanya bahasa persatuan itu ketika kita, sebagai orang Jawa, sudah mempunyai bahasa Jawa bahkan sejak lahir kitapun sudah menggunakan dan mempelajari bahasa Jawa. Yang membuat kebingunganku semakin bertambah ketika sekolah mewajibkan untuk belajar bahasa Indonesia meskipun sejak SD sampai SMP pun pelajaran bahasa Jawa juga diberikan. Menurutku, mengapa kita harus wajib mempelajari bahasa Indonesia bukannya seharusnya kita yang terlahir sebagai orang Jawa itu mempelajari budaya dan bahasa sendiri dengan detail. Semakin hari aku terus berusaha mencari makna akan keberadaan bahasa Indonesia yang disebut sebagai bahasa persatuan.

Pada akhirnya jawaban akan kebingungan itu turun bagai cahaya terang di kegelapan. Suatu hari aku bertemu dengan teman yang berasal dari Ibu Kota. Aku yang terbiasa bertemu dengan orang Jawa, berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa, mengajak dia berbicara dengan bahasa Jawa. Kerut wajah itu tampak begitu jelas di wajahnya. Bingung dan tak mengerti yang tertangkap dalam pemikiranku. Ibu Kota itu merupakan pusat Pemerintahan Indonesia dan di sana banyak orang dari berbagai daerah berkumpul. Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa sehari-hari mereka. Dan aku pun teringat pesan guruku, gunakanlah bahasa Indonesia ketika nanti kamu bertemu dengan teman dari daearah selain Jawa. Komunikasi pun berjalan dengan lancar ketika bahasa Indonesia yang aku pergunakan ketika berbicara dengan dia. Akrab telah berada dalam perguliran pertemanan antara kita. Kita pun tak malu lagi untuk saling bertukar budaya maupun bahasa.

Pernah suatu hari saat kita sedang mengikuti tamasya, di dalam mini bus itu tak luput dari alunan musik, namun musik yang terdengar adalah musik campursari yang liriknya menggunakan bahasa Jawa. Temanku sangat terlihat menikmati alunan musik tersebut, namun yang membuatku tertawa ketika aku menanyakan arti dari lirik lagu tersebut. Dengan wajah polosnya dia menjawab tak mengerti. Terpingkal aku mendengar dan melihat wajahnya. Batinku, sok menikmati tapi tak paham isinya, heheee… Akhirnya dengan gaya sok pintarnya, aku mencoba mengartikan sedikit demi sedikit. Dia juga sering mengalami ketidakpahaman ketika lawan bicaranya menggunakan bahasa Jawa, alhasil dia hanya bisa menjawab “iya” sambil melihat diriku berharap aku bisa menjadi penenrjemahnya.

Dari kejadian tersebut aku mulai paham akan makna dari bahasa Indonesia. Dan disinilah sesungguhnya peran bahasa Indonesia itu. Dengan bahasa Indonesia, kita yang berasal dari daerah berbeda bisa berkomunikasi dengan lancar. Dengan bahasa Indonesia, kita yang mempunyai bahasa daerah sendiri akhirnya bisa berkomunikasi ketika berada di daerah lain. Bahkan kesalahpahaman akibat ketidakmengertian akan suatu bahasa yang digunakan juga dapat kita hindari. Mungkin perceraian akan terjadi di Indonesia jika tak ada bahasa Indonesia. Mungkin pertengkaran akan terjadi di Indonesia jika tak ada bahasa Indonesia. Bahkan mungkin Indonesia tidak akan bisa bersatu tanpa adanya bahasa Indonesia. Namun bahasa Indonesia telah mengambil perannya, peran sebagai bahasa persatuan, bahasa yang meleburkan perbedaan akan bahasa daerah dan budaya. Bangga dan bersyukur aku terlahir di Indonesia yang mempunyai bahasa persatuan sendiri, Bahasa Indonesia.

(MT)

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here