DISPLAY – Tanggal 8 Mei diperingati sebagai Hari Palang Merah Internasional karena bertepatan dengan hari kelahiran Jean Henry Dunant yang merupakan tokoh Palang Merah Internasional. Universitas Brawijaya (UB) memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menaungi kegiatan kesehatan dan kepalangmerahan yaitu Korps Suka Rela (KSR). KSR UB memiliki beberapa agenda donor darah sebagai bentuk program kerja.  Menurut Ketua Umum KSR UB yaitu M. Rifki Fauzi, acara donor darah ini diselenggarakan secara terbuka untuk semua civitas akademika UB dan warga Malang yang berminat mendonorkan darahnya. “Target yang pertama seluruh lapisan civitas akademika UB, yang kedua warga sekitar yang ada di dekat kampus,” tutur Rifki.

Acara donor darah ini diadakan empat kali dalam satu periode kepengurusan. Sebelumnya sudah diselenggarakan di Gedung Kebudayaan Mahasiswa sebanyak dua kali, yaitu pada bulan Februari dan April. Donor darah selanjutnya akan dilaksanakan sekitar bulan Agustus atau Oktober tahun ini. Pemilihan bulan Agustus dikarenakan pada bulan tersebut mahasiswa baru sudah memasuki masa perkuliahan, dengan harapan bertambahnya jumlah pendonor. Sementara bulan Oktober dipilih karena bertepatan dengan ulang tahun KSR UB.

Alasan KSR UB memberi jeda untuk mengadakan acara donor darah secara berkala karena dibutuhkannya waktu minimal sekitar 75 hari bagi pendonor untuk pemulihan sel darah merah. Apabila telah melewati rentang tersebut, maka pendonor dapat mendonorkan darahnya kembali. “Syarat dari PMI itu, rentang dari donor pertama sampai kedua adalah 75 hari. Ada yang berpendapat 3-4 bulan kan. Tapi minimal 75 hari itu udah mulai bisa berdonor lagi,” terang Rifki.

Selain itu KSR juga membantu pengadaan acara donor darah beberapa BEM fakultas di UB. Dalam pelaksanaan program kerja ini, KSR juga berkoordinasi dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) kota Malang untuk membantu pelaksanaan acara. KSR sebagai penyelenggara acara sekaligus membantu untuk pengecekan tensi darah, sementara pelayanan transfusi darah dilakukan oleh UTD. Semua kantong darah akan disimpan oleh UTD untuk kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan.

Rifki juga mengajak warga Malang untuk melakukan donor darah agar dapat membantu daerah yang persediaan darahnya kurang. “Jadi kondisi di kota Malang ini kebutuhan akan kantong darah itu tidak begitu kurang. Jadi persediaannya cukup. Banyak daerah lain yang tingkat keserdiaan kantong darah itu kurang. Sehingga lebih menjadikan donor darah kota Malang sebagai kebiasaan,“ tutupnya. (iz, nh)

Sumber gambar: KSR UB

Share It On:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here